Populasi Ternak Babi NTT Tertinggi di Indonesia

TrubusNews
Binsar Marulitua
16 Agu 2018   11:15 WIB

Komentar
Populasi Ternak Babi NTT Tertinggi di Indonesia

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Populasi ternak babi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga Juni 2018 tercatat sekitar 2 juta lebih ekor. Catatan tersebut menjadi yang tertinggi di Indonesia.

"Ternak babi menjadi fokus pengembangan di NTT karena daging babi paling banyak dikonsumsi (40,1 persen)," kata Senior Business Consultan Portfolio IV-Prisma, Gracia Christie Napitupulu di Tambolaka, Sumba Barat Daya, Rabu (15/8).

Menurut Christie, NTT menyumbang 10,2 persen dari total produksi daging babi di Indonesia. Rata-rata satu rumah tangga memiliki dua ekor babi sehingga menjadi provinsi ternak babi terbesar di Indonesia.

Baca Lainnya : 2 Bulan Dirawat, BBKSDA Riau Lepas Liarkan Beruang Korban Jerat Babi

Dia memperkirakan, ada 900.000 rumah tangga sebagai peternak babi karena dipicu oleh setiap urusan budaya dan agama yang membutuhkan gading babi.

Peternakan babi juga melibatkan tenaga kerja wanita. Namun, kondisi riil di NTT menunjukkan bahwa para peternak berpendapatan rendah akibat produktivitas rendah karena kualitas bibit juga rendah serta kualitas pakan juga rendah.

Selain itu, pengetahuan terkait kesehatan hewan masih sangat terbatas dan keterbatasan pula pada teknik beternak. Karena itu, Prisma memfasilitasi agar akses petani peternak untuk mendapatkan bibit yang berkualitas serta pakan bermutu dan informasi yang tepat pula.

Baca Lainnya : Heboh Beruang Terjerat Perangkap Babi, Warga Menyelamatkan

Prisma merupakan program multi-tahun di bawah Australia-Indonesaia Partnership for Rural Economic Develoment (AIP-Rural). Program tersebut dimulai sejak 2013 di lima provinsi di Indonesia, yakni Jawa Timur, NTB, NTT, Papua dan Papua Barat.

Program tersebut diadakan untuk mendukung strategi pembangunan Pemerintah Indonesia dalam mempercepat pengentasan kemiskinan melalui pertumbuhan ekonomi yang inklusif. [NN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: