55 Desa di Gunungkidul Alami Kekeringan Ekstrem, Air Bersih Mahal

TrubusNews
Astri Sofyanti
15 Agu 2018   12:30 WIB

Komentar
55 Desa di Gunungkidul Alami Kekeringan Ekstrem, Air Bersih Mahal

Warga korban kekeringan (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunungkidul, Jogjakarta, mencatat 55 desa atau sekitar 31.807 Kepala Keluarga (KK) terkena dampak kekeringan akibat musim kemarau.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Gunungkidul, Edy Basuki mengatakan, bahwa pihaknya telah mendapat pengajuan permohonan dropping air bersih untuk membantu warga yang terdampak kekeringan.

“Jumlah desa yang alami kekeringan dikhawatirkan bisa bertambah,” ucapnya di Kabupaten Gunungkidul, Jogjakarta, Rabu (15/8).

Baca Lainnya: 27 Desa Alami Kekeringan di Sukabumi

Lebih lanjut Edy menjelaskan, wilayah di Kecamatan Saptosari yang mengajukan permintaan dropping, yakni Desa Krambilsawit yakni di Dusun Sawah 60 Kepala Keluarga (KK), Dusun Pringwulung 70 KK, dan di Dusun Bendo 70 KK total ada 900 jiwa.

"Di sana sebenarnya ada jaringan pipa PDAM, tapi karena ada yang lancar dan ada yang tidak, sehingga terdampak kekeringan," katanya.

Edy mengatakan sampai saat ini, pihaknysa sudah melakukan dropping air sebanyak 3.060 tangki dengan masing-masing kapasitasnya 5000 liter.

"Kemungkinan laporan kekeringan yang baru masuk akan didropping pekan depan, ini karena jadwal dropping dilakukan setiap minggu," paparnya.

Dikatakan Edy, dropping air bersih dari pemkab dibantu dari pihak swasta. Ada ratusan ribu liter bantuan air dari swasta sudah masuk.

Baca Lainnya: Baru Masuk Musim Kemarau, 42 Desa di Sampang, Sudah Kekeringan

"Bantuan dari pihak ketiga cukup membantu warga yang terdampak kekeringan," lanjutnya.

Sementara itu, Bupati Gunungkidul Badingah mengatakan, pihaknya terus berupaya agar krisis air yang terjadi setiap tahunnya terjadi tidak semakin meluas dan semakin berkurang.

"Kami terus bekerja sama dengan berbagai pihak untuk mencari sumber air baru, dan juga harapannya setiap tahun terus berkurang luasan wilayah yang terdampak kekeringan," tutupnya. [KW]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: