Tragis, Kebakaran Lahan Tewaskan Seorang Bocah Tak Berdosa

TrubusNews
Binsar Marulitua
14 Agu 2018   12:30 WIB

Komentar
Tragis, Kebakaran Lahan Tewaskan Seorang Bocah Tak Berdosa

Karhutla (Foto : thepalmscribe.id)

Trubus.id -- Seorang bocah berusia tujuh tahun,bernama Vito, warga Desa Nanga Tikan, Kecamatan Belimbing Hulu, Kabupaten Melawi, Kalbar, meninggl dunia akibat kebakaran lahan di desa tersebut, Minggu (12/8).

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Melawi Syafaruddin mengatakan saat kebakaran lahan terjadi, korban bersama abangnya Rio (12) serta orang tuanya Adong (65) sedang berada di pondok kebun. Sekitar pukul 10.00 WIB, api yang sedang membakar lahan sebelah pondok tiba-tiba menyambar dan membakar pondok dengan cepat.

Akibatnya, Adong serta Rio dan Vito menjadi korban dalam kebakaran tersebut. Adong dan Vito kritis dan langsung dirujuk ke Rumah Sakit Citra Husada (RSCH) Nanga Pinoh.

Sementara Vito meninggal dunia karena menderita luka bakar yang cukup parah. 

Baca Lainnya: Tiga Srikandi Indonesia, dalam Pusaran Karhutla

Kedat, salah seorang keluarga korban yang ikut menunggu di RSCH mengungkapkan, kejadian ini diketahuinya setelah adik ipar yang berada di kampung memberitahu adanya keluarganya yang menjadi korban kebakaran lahan.

"Kebakarannya pas hari Minggu yang kami diketahui. Sementara jamnya kami tidak tahu. Soal kejadiannya seperti apa, kami juga tidak tahu karena tidak berada di sana," katanya. jelas Kedat, Senin (13/8)

Kapolres Melawi AKBP Ahmad Fadlin, Senin (13/8) mengungkapkan, pihaknya sudah memerintahkan jajarannya baik di tingkat Polres Melawi maupun Polsek Belimbing untuk turun ke lapangan melakukan pengecekan dan mengumpulkan bukti serta informasi.

"Tadi malam anggota sudah turun langsung mengecek ke TKP. Hanya sampai sekarang kita masih menunggu laporan lengkap," katanya.

Saat ini, lanjut Fadlin, kronologi lengkap terkait kejadian karhutla yang menyambar pondok petani di Desa Nanga Tikan, Kecamatan Belimbing Hulu belum bisa dipaparkan.

Baca Lainnya: Kawasan Langganan Karhutla di Pontianak, Kebakaran Lagi

Hal ini dikarenakan, pihak yang menjadi korban kebakaran belum bisa diminta keterangan karena masih dalam penanganan rumah sakit.

"Di lapangan sementara ini baru dikumpulkan sumber api yang membakar pondok. Lahan yang terbakar itu juga milik korban. Untuk kejadian sebenarnya, belum bisa kita dapatkan, karena saat kejadian, hanya ada tiga orang korban ini yang ada di TKP," jelasnya.

Fadlin melanjutkan, kasus ini semestinya bisa menjadi pelajaran penting bagi masyarakat terkait bahayanya karhutla. Bukan cuma sekedar bisa menyebabkan dampak asap sertanya rusaknya ekosistem dan lingkungan, tapi juga bisa kepada manusia.

"Sosialisasi dampak negatif karhutla sudah berkali-kali kita sampaikan, baik oleh Polres, Polsek hingga jajaran bhabinkamtibmas yang turun langsung ke desa-desa. Karena kita ingin mengantisipasi hal-hal seperti ini terjadi," tegasnya.[KW]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: