Distan Banten Temukan Puluhan Ternak Berpenyakit di Lapak Pedagang Kurban

TrubusNews
Syahroni
13 Agu 2018   21:15 WIB

Komentar
Distan Banten Temukan Puluhan Ternak Berpenyakit di Lapak Pedagang Kurban

Pemeriksaan kesehatan hewan kurban di Kota Serang. (Foto : Trubus.id/ Herlin Saputra)

Trubus.id -- Mendekati Hari Raya Iduladha, pengawasan terhadap hewan kurban yang mengandung penyakit makin digencarkan. Hal yang sama juga dilakukan Dinas Pertanian (Distan) gabungan dari Kota Serang dan Provinsi Banten.

Senin (13/8), tim gabungan memeriksa hewan kurban di lapak-lapak penjualan hewan kuran di Kota Serang. Hasilnya ditemukan puluhan hewan kurban yang sakit mata, sakit mulut (orf), dan mencret.

Kepala Bidang Peternakan pada Dinas Pertanian Kota Serang, Siswati mengatakan, ditemukan belasan hewan kurban, khususnya domba, yang berpenyakit mata dan mulut. Penyakit ini tidak berbahaya dan bila diobati bisa sembuh sehingga bisa dijual kembali.

Baca Lainnya : Jelang Hari Raya Idul Adha, Pedagang Kambing Bermunculan Di Serang

Penyakit ini juga tidak menyebabkan hewan kurban tidak sah untuk dijadikan hewan kurban. Dari ribuan ekor hewan yang diperiksa 27 ekor memiliki penyakit mulut, 18 ekor penyakit mata, dan satu ekor mencret.

"Kita obatin obat tetes mata. Yang orf kita obatin juga," kata Siswati di sela pemeriksaan hewan kurban di salah satu lapak yang berada di Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, Banten, Senin (13/8).

Siswati mengungkapkan, pemeriksaan hewan kurban bertujuan melindungi masyarakat agar mendapatkan hewan yang sehat untuk dikonsumsi. Selain itu pihaknya ingin memastikan kelayakan lapak untuk menunjang kesejahteraan hewan. Kesejahteraan hewan penting agar hewan hidup dengan layak. Maka hewan kurban pun harus mendapatkan pakan yang cukup serta tempat yang terlindung dari sengatan matahari dan guyuran hujan.

Baca Lainnya : Waspadai Wabah Antraks, Pemkab Karawang Awasi Penjualan Hewan Kurban

"Pemeriksaan akan dilakukan hari ini (kemarin-red) dan Kamis," katanya.

Siswati menyatakan bahwa yang diwaspadai dalam pemeriksaan hewan itu adalah adanya penyakit antraks. Antraks sendiri pernah terdeteksi di daerah Boyolali dan Bogor. Sementara di Banten, khususnya Serang, belum ada kasus antraks. Meski ada hewan kurban dan ternak di Banten yang dibeli dari kedua daerah yang pernah ada kasus antraks itu tapi secara klinis tidak ada indikasi adanya antraks.

Dalam pemeriksaan hewan saat ini, Dinas Pertanian Kota Serang telah membentuk 2 tim yang menyisir lapak-lapak di wilayah utara dan selatan Kota Serang. Tahun lalu Dinas Pertanian Kota Serang berhasil menyisir sampai dengan 60 lapak penjual hewan kurban. Sementara tahun ini ia memperkirakan jumlah lapak kurang lebih akan sama.

Baca Lainnya : Bupati Tasikmalaya Kecolongan, Hewan Kurban di Wilayahnya Belum Jalani Tes Kesehatan

Di tempat yang sama, Ari Mardiana, dokter hewan dari Dinas Pertanian Provinsi Banten mengatakan, penyakit orf biasa timbul disebabkan oleh virus. Sementara penyakit mata disebabkan karena kelelahan akibat lamanya perjalanan yang dialami hewan saat dibeli dari luar Banten menuju Banten. Bisa juga penyakit datang karena pakan yang diberikan berbeda dengan pakan di tempat sebelumnya saat hewan-hewan itu masih diternak.

Untuk itu pedagang hewan kurban perlu tahu makanan apa yang diberikan sebelumnya. Diketahui hewan-hewan kurban seperti domba yang dijual di Kota Serang berasal dari luar Banten seperti dari Garut, Sukabumi, dan Tasikmalaya. Sementara kerbau berasal dari wilayah Banten.

"Untuk kerbau harus diberi minum teratur karena tidak tahan panas. Minimal disiram air sehari dua kali," katanya. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: