10 Anggota Sindikat Pemburu Beruang Madu di TNBBS Diringkus Tim Gabungan

TrubusNews
Syahroni | Followers 2
13 Agu 2018   20:45

Komentar
10 Anggota Sindikat Pemburu Beruang Madu di TNBBS Diringkus Tim Gabungan

Ilustrasi (Foto : Trubus.id/ M Syukur)

Trubus.id -- Tim gabungan yang terdiri dari Polsek Bengkunat, Petugas Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS), Konservasi Alam Liar Tambling (TWNC), Gakum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Seksi Wilayah III Palembang, berhasil meringkus komplotan pemburu beruang di TNBBS.

Dalam konferensi pers yang digelar Senin (13/8), Kapolda Lampung, Irjen Suntana yang didampingi Kapolres Lambar, AKBP Tri Suhartanto dan Kapolsek Bengkunat, Iptu Ono Karyono mengatakan, Tim gabungan tadi berhasil membekuk sepuluh pelaku pemburu satwa liar yang dilindungi, pada Sabtu (11/8) dan Senin (13/8).

Dijelaskan Suntana, Sabtu (11/8) lalu Tim Gabungan meringkus Hendra (63), Mardiansyah (38), Antoni (60), dan Fahrizal (54). Setelah dilakukan pengembangan, Senin (13/8) tim mengamankan 6 pelaku lain yakni Toha (36), Wibowo (39), Susiono (35), Musef (29), Gareng (24), dan Arianto (38).

Baca Lainnya : Sepasang Beruang Peneror Petani di Riau Berhasil Dievakuasi

Menurut Suntana, modus yang digunakan para pelaku yakni melakukan perburan terhadap beruang madu, dengan cara melakukan penembakan dan juga menggunakan jerat saat berkebun.

Setelah mendapatkan beruang kemudian dilakukan pengopsetan (dikuliti) dan kemudian dijual. Adapun Barang Bukti (BB) yang diamankan berupa dua lembar kulit beruang utuh, satu ekor beruang yang sudah di opset, 7 senapan angin jenis gejluk,dua buah pisau, satu buah senter dan juga satu buah tombak.

Sementara itu, Kapolsek Bengkunat, Iptu Ono Karyono mengatakan, para pelaku diduga telah melakukan kasus tindak pidana kehutanan sebagaimana dimaksud Pasal 40 Ayat (2) juncto Pasal 21 Ayat (2) huruf b dan d Undang-Undang RI Nomor 05 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

Iptu Ono Karyono mengatakan, dari keterangan Hendra, satu opsetan satwa beruang madu diperoleh dari Fahrizal Husin. Dua kulit beruang madu didapat Hendra dari Aroni dan Aroni yang mendapatkannya dari Mardiansyah.

Baca Lainnya : 1 Ditangkap, BKSDA Rengat Cari Beruang Lain yang Ganggu Ketenangan Warga

"Dua buah kulit beruang madu masih mengeluarkan bau busuk," kata Ono.

Ia melanjutkan, menurut keterangan Mardiansyah, dua kulit beruang madu tersebut merupakan hasil berburu bersama dengan Heri dan Rudi yang sekarang buron.

"Perburuan tersebut dilakukan pada hari Jumat tanggal 3 Agustus 2018 sekitar pukul 14.00 WIB dalam kawasan TNBBS Register 22B Pekon Sumber Rejo Kecamatan Bengkunat Kabupaten Pesisir Barat," sebutnya.

Kemudian pada Minggu 5 Agustus sekira pukul 14.00 WIB di kebun kopi dan lada kawasan Hutan Marga yang berada di Pekon Bumi Ratu, Kecamatan Ngambur, Kabupaten Pesisir Barat, pelaku melakukan perburuan dengan menggunakan alat senapan angin, pisau, dan alat penerang senter.

Baca Lainnya : 2 Bulan Dirawat, BBKSDA Riau Lepas Liarkan Beruang Korban Jerat Babi

"Setelah pelaku mendapatkan hewan buruan, pelaku menguliti satwa buruan tersebut dengan menggunakan pisau, lalu dikeringkan dengan cairan kimia jenis spritus sebagai pengawet atau dijadikan opset. Kemudian pelaku menjual hasil buruan tersebut untuk mendapatkan uang," terang kapolsek.

Pelaksana Harian Kepala Balai Besar TNBBS Heru Rudiharto mengaku prihatin masih terjadinya perburuan liar di kawasan TNBBS.

"Saya sangat mengapresiasi hasil kerja kawan-kawan di lapangan, dan kita mengharapkan perburuan atas satwa mamalia besar yang menjadi logo dari TNBBS ini tidak terjadi lagi," kata Heru saat menghadiri acara Global Tiger Day dan Peringatan Hari Konservasi Alam Nasional di Biha Kabupaten Pesisir Barat, Minggu (12/8).

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: