Tolak Permen LHK No 20/2018, Kicau Mania di 10 Kota Akan Gelar Unjuk Rasa

TrubusNews
Syahroni
13 Agu 2018   18:30 WIB

Komentar
Tolak Permen LHK No 20/2018, Kicau Mania di 10 Kota Akan Gelar Unjuk Rasa

Selebaran aksi damai Kicau Mania menolak Permen LHK Nomor 20/2018. (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Beberapa jenis burung kicau yang biasa dipelihara warga sebagai hewan peliharaan, kini masuk ke dalam daftar satwa dilindungi. Ketetapannya dikeluarkan melalui Peraturan Menteri LHK nomor P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018. 

Namun demikian, ketetapan itu terus menjadi polemik di masyarakat, khususnya bagi para pecinta burung kicau atau kicau mania. Bahkan untuk menyuarakan penolakannya, kicau mania di berbagi kota akan menggelar aksi damai menolak Permen Nomor 20 itu, Selasa (14/8) besok.

Di Jakarta sendiri, titik aksi penolakan terhadap Permen Nomor 20 itu rencananya akan dipusatkan di Gedung Manggala Wana Bakti di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan. Namun belakangan dikabarkan, aksi ini akan diundur setelah gelaran Asian Games 2018 yang akan digelar di Jakarta dan Palembang. 

Baca Lainnya : Pleci Hingga Kenari Kini Termasuk Satwa Dilindungi, Ini Syarat Memeliharanya

Bang Boy, dalam lamanan facebook pribadinya menyebut, aksi diundur karena Kantor KLHK dekat dengan pusat Asian Games dan tamu negara banyak yang sudah datang dan menginap di daerah tersebut. Karena itu pihak kepolisian meminta menunda aksi setelah Asian Games. 

Namun demikian, penanggung jawab aksi ini mengatakan, ia pribadi akan tetap mendatangi KLHK dan gedung DPR untuk memperjuangkan tuntutan para Kicau Mania.

Sementara itu, Kang Ebod, Ketua Forum Kicau Mania Indonesia (FKMI) mengatakan, 'Aksi Damai 1428' sendiri digelar sebagai bentuk penolakan terhadap Peraturan Menteri LHK Nomor 20 Tahun 2018 tentang satwa dilindungi.

Konsekuensi burung dilindungi adalah peternak harus izin dan bayar. Nelor, netas dan mati harus bayar. Membawa ke lain daerah harus ada izin edar," jelas Kang Ebod melalui pesan singkatnya pada Trubus.id, Senin (13/8).

Baca Lainnya : Permen LHK Nomor 20 Tentang Satwa Dilindungi, Bikin Resah Kicau Mania

Kang Ebod menambahkan, aksi ini dilakukan Kicau Mania se Indonesia ini sendiri terkait dimasukannya 3 burung kicau yang kini banyak ditangkar ke dalam daftar hewan dilindungi di Permen Nomor 20 tersebut.

"Kami menolak kalau burung Murai Batu, Jalan Suren dan Anies Kembang dimasukan dalam daftar satwa dilindungi. Karena ketiga burung itu sudah berhasil diternak secara masif dan masal," tulis Kang Ebod.

Ia menambahkan, saat ini pihaknya memang tengah mendata para peternak burung. Bahkan pihaknya juga akan memfasilitasi penangkar burung tersebut agar mereka bisa memiliki data pasti jumlah burung yang telah berhasil diselamatkan melalui penangkaran yang dilakukan masyarakat.

"Kami lagi mendata para peternak dengan mendorong dan memfasilitasi terbentuknya APBN (Asosiasi Penangkar Burung Nusantara) agar kita punya data real berapa banyak jumlah burung yang diternak dan produksi," ujarnya lagi. 

Baca Lainnya : Pelihara Pleci Jawa, Kicau Mania Bisa Didenda Hingga Rp100 Juta?

Kang Ebod menyebut, aksi damai menolak Permen Nomor 20 tahun 2018 itu sendiri akan digelar di 10 kota se Indonesia. Kicau Mania dari Medan, Lampung, Palembang, Jakarta, Bandung, Pati, Sragen, Salatiga, Solo, Semarang, dan Surabaya akan menggelar aksi menolak Permen tersebut di kantor BKSDA setempat.

Dalam aksinya besok, Kang Ebod menuntut KLHK mencabut ketiga jenis burung tersebut di atas dari daftar satwa dilindungi dalam Permen Nomor 20 tahun 2018 yang baru. Jika tuntutan itu tidak dipenuhi, Kang Ebod mengatakan, Kicau Mania se Indonesia akan menggelar aksi yang lebih besar lagi.

Langkah ini sendiri dinilai penting karena dapat mempengaruhi perekonomian masyarakat kecil. Pasalnya, dengan adanya peraturan itu, bisa membuat masyarakat Indonesia enggan memelihara dan menangkarkan burung tadi. Tak hanya itu, dampak lainnya adalah, ribuan pengrajin sangkar di Limbangan, Garut, Turen Malang bisa jadi pengangguran. [RN]    

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: