Waspada Karhutla, Sebagian Besar Wilayah Riau Sangat Mudah Terbakar

TrubusNews
M Syukur | Followers 2
13 Agu 2018   15:30

Komentar
Waspada Karhutla, Sebagian Besar Wilayah Riau Sangat Mudah Terbakar

Ilustrasi (Foto : Trubus.id/ M Syukur)

Trubus.id -- Kenyataan kalau kawasan Riau bebas titik panas (hotspot) sebagai indikasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) ternyata hanya berlangsung beberapa pekan saja. Memasuki pertengahan Agustus ini, hotspot kembali bermunculan dan jumlah bahkan mencapai ratusan pada Minggu (12/8). Dari jumlah tersebut, 32 di antaranya dipercaya sebagai titik api.

Menjelang Senin (13/8) siang, jumlah hospot turun menjadi 19 titik panas. Hanya saja, jumlah itu juga belum pasti. Bisa lebih banyak lagi karena sejumlah wilayah tidak terbaca oleh satelit Terra dan Aqua yang digunakan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

"Sebagian wilayah Riau tidak terpantau karena blank area," kata Kepala BMKG di Pekanbaru, Sukisno, Senin (13/8) siang.

Baca Lainnya : 16 Titik Panas  Berpotensi Karhutla di Riau

Sukisno menjelaskan, meningkatnya titik panas karena sebagian besar wilayah Riau saat ini berkategori sangat mudah terbakar. Hal ini terjadi menyusul minimnya curah hujan di Bumi Lancang Kuning.

"Ini harus diantisipasi, kategorinya dari mudah hingga sangat mudah terbakar," kata Sukisno.

Ia menyebutkan, wilayah utara, selatan dan barat sangat berpotensi terjadi kebakaran lahan. Hanya satu wilayah saja di bagian timur, yaitu Kabupaten Indragiri Hilir yang aman dari kebakaran.

Terkait 19 titik panas yang terdeteksi, tambah Sukisno, sebanyak 12 di antaranya dinyatakan sebagai titik api dengan tingkat kepercayaan diatas 70 persen.

"Empat titik api masing-masing merata di Bengkalis, Rokan Hilir dan Siak," ujarnya.

Menurut Sukisno, lonjakan titik panas mulai terdeteksi di Riau sejak Sabtu, 11 Agustus 2018. Tiap hari jumlahnya meningkat dan pada Senin hanya sebagian yang terbaca satelit karena blank area.

Baca Lainnya : Cegah Karhutla, Kapolda Riau Berharap Hujan Selalu Turun Jelang Asian Games

Di tempat terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, Edwar Sanger menyebut, seluruh helikopter dikerahkan untuk membantu pemadaman dari udara. Ada 15 lokasi water bombing yang sebagian besarnya di Kabupaten Rokan Hilir.

"Paling banyak Rokan Hilir, selanjutnya di Dumai, Kampar, Rokan Hulu, dan Bengkalis," kata Edwar.

Menurut Edwar, sejak Januari hingga Agustus ini telah ada 2.635 hektare lahan di Riau terbakar. Jumlah itu meningkat hingga mencapai lebih dari 200 hektare dalam dua pekan terakhir.

"Sebagian besar kebakaran terjadi di wilayah pesisir, paling luas di Kabupaten Kepulauan Meranti," katanya. [RN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan: