Berantas DBD, Jogjakarta Gandeng Monash University

TrubusNews
Astri Sofyanti
13 Agu 2018   16:46 WIB

Komentar
Berantas DBD, Jogjakarta Gandeng Monash University

Berantas DBD, Jogjakarta Akan Gandeng Monash University (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Penyebaran penyakit demam berdarah (DBD) di Jogjakarta semakin meningkat. Untuk memberantasnya, Jogjakarta menggandeng Monas University untuk menanggulangi wabah penyakit yang disebarkan lewat nyamuk itu.

Sebuah proyek yang dipimpin Australia di Indonesia menunjukkan tanda-tanda awal keberhasilan dalam memberantas penyakit tersebut.

Penyakit yang ditularkan oleh nyamuk Aedes Aegypti ini aktif di lebih dari 100 negara di seluruh dunia, menginfeksi 400 juta orang setiap tahun dan membunuh 25.000 jiwa di seluruh dunia.

Baca Lainnya: China Kembangkan Radar Sensitif Pendeteksi Nyamuk, Untuk Apa?

Tetapi para ilmuwan dari program Eliminate Dengue Fever di Indonesia percaya bahwa virus itu mungkin telah menemukan pasangannya.

"Kami yakin kerjasama ini akan membuahkan hasil yang baik, karena proyek ini sangat besar,” kata entomolog Warsito Tantowijoyo di Jogjakarta, Senin (13/8).

Lebih lanjut ia mengatakan, dengan teknologi yang diimpor dari Universitas Monash Melbourne, nyamuk di Jogjakarta telah terinfeksi bakteri yang disebut Wolbachia, yang membuat serangga tidak mampu membawa dan menularkan demam berdarah.

Sejauh ini tim Jogjakarta telah melepaskan 6 juta nyamuk Aedes Aegypti yang terinfeksi Wolbachia, yang secara efektif membuat populasi nyamuk yang membiakkan penyakit demam berdarah tidak ada.

“Tim ilmuwan sekarang mengumpulkan hasil dari uji coba tersebut. Di daerah-daerah di mana bakteri Wolbachia telah terbentuk, kami menemukan bahwa belum ada laporan kasus penularan virus lokal," lanjut Warsito.

"Kami tidak bisa mengatakan bahwa itu akan menghilangkan semua kasus dengue. Tapi kami berharap teknologi ini akan secara signifikan berkontribusi pada pengurangan kasus demam berdarah. Monash University adalah pusat penelitian dan pengembangan program dan memimpin tim peneliti demam berdarah,” sambungnya lagi.

Baca Lainnya: Gelombang Panas Bikin Nyamuk di Finlandia Hilang?

Metode pengendalian demam berdarah yang paling umum, seperti fumigasi, hanya bersifat sementara dan vaksin dianggap terlalu mahal di negara-negara berkembang, di mana prevalensi virus demam berdarah paling umum berjangkit.

Keuntungan dari bakteri Wolbachia adalah bahwa, sekali disebarkan pada populasi nyamuk, maka ia akan secara permanen berjangkit di populasi itu.

"Ini adalah aplikasi yang sekali saja dilakukan maka akan memberikan potensi perlindungan kesehatan bagi masyarakat secara bertahun-tahun atau bahkan puluhan tahun bagi komunitas itu," kata kata Profesor Cameron Simmons, direktur Analisis Dampak di World Mosquito Program.

Bakteri itu juga efektif melawan beberapa penyakit mematikan yang disebabkan oleh nyamuk lainnya, seperti zika dan chikungunya.

"Kami berharap, uji coba ini benar-benar akan memberikan bukti standar utama yang membuktikan kami memiliki sebuah intervensi kesehatan masyarakat yang besar untuk mengendalikan penyakit mengerikan ini," ungkapnya. [KW]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: