Kekeringan Akibat Kemarau Panjang, Nasib Suku Baduy Terancam

TrubusNews
Karmin Winarta
13 Agu 2018   08:50 WIB

Komentar
Kekeringan Akibat Kemarau Panjang, Nasib Suku Baduy Terancam

Suku Baduy (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Memasuki musim kemarau yang sudah hampir dua bulan di Provinsi Banten, khususnya di suku pedalaman kawasan Baduy yang berada di Kabupaten Lebak, saat ini mengalami kekeringan, hal tersebut mengakibatkan warga Suku Baduy tidak bisa bercocok tanam.

Ayah Salim, salah satu warga Cibeo, Baduy Dalam mengungkapkan, kemarau ini akan sangat panjang sampai turun penghujan. Karena menurutnya di dalam perbintangan menunjukan bahwa kidang berjejer tiga. 

"Kalau melihat dari perbintangan saat ini kidang berjejer tiga, yang artinya kemarau akan panjang," ucap Ayah Salim saat ditemui Trubus.id, Minggu (12/8).

Lanjut dia, kalau ingin datangnya hujan, perbintangan harus menunggu sampai saatnya gumarang utara itu sudah tiba di gumarang barat. "Tidak akan hujan kalau gumarangnya masih di utara saat kidang berjejer tiga. Empat bulanan lagi," ujarnya

Menurut Ayah Salim, dengan tidak adanya hujan sangat berpengaruh untuk mereka bercocok tanam. Padahal, bulan ini sudah memasuki masa tanam. "Warga Baduy saat ini sudah melakukan pembersihan lahan dan sudah bersih tinggal tanam, tapi kan tidak ada hujan, jadi nunggu hujan dulu baru bisa tanam. Kalau musim kemarau ini tidak bisa tanam karena tanahnya kering," jelasnya.

Ditempat terpisah, Failin warga Baduy Luar menambahkan, sudah dua bulan musim kemarau tiba, saat itu pula dirinya tidak bisa berbuat banyak, hanya menunggu hujan tiba untuk mengelola lahan yang sudah dia bersihkan.

"Tinggal nunggu hujan, rumput-rumput sudah selesai, tapi tidak ada hujan susah tanahnya keras. Alhasil saya dirumah saja, membuat kerajinan," tandasnya. 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: