Nekat Bakar Lahan untuk Pertanian, Petani di Sumsel Dijebloskan ke Tahanan

TrubusNews
Syahroni
11 Agu 2018   21:00 WIB

Komentar
Nekat Bakar Lahan untuk Pertanian, Petani di Sumsel Dijebloskan ke Tahanan

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Mendekati perhelatan olahraga Asian Games 2018, upaya pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) semakin diintensifkan. Tak hanya itu, para pelaku yang dengan sengaja menyebabkan karhutla pun ditindak tegas guna memberi efek jera. 

Belum lama ini, jajaran Polres Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan menangkap petani yang dengan sengaja membuka lahan dengan cara dibakar. Petani berinisial ND (53) itupun langsung diamankan. 

Baca Lainnya : Panglima TNI: 99 Persen Karhutla Akibat Ulah Manusia

Kasat Reskrim Polres Ogan Komering Ilir, Agus Prihandinika menerangkan, ND diringkus Rabu (8/8) petang. sekitar pukul 17.30 WIB. Warga Pelimbangan, Cengal itu tertangkap tangan oleh petugas saat membakar lahan untuk pertanian. 

"Pelaku ND ini ditangkap petugas patroli saat sedang membakar lahan. Memang lahan yang terbakar tidak luas dan tidak sampai 1 hektare, tapi itu lahan gambut yang apabila terbakar sulit dipadamkan," terang Agus, Sabtu (11/8).

Dari tangan pelaku, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya korek api dan parang. Barang bukti ini semakin menguatkan dugaan ND sebagai pelaku karena saat kejadian sedang menumpuk daun purun untuk dibakar.

Baca Lainnya : Polda Riau Amankan 6 Tersangka Penyebab Karhutla, Tak Satu Pun dari Korporasi

"Awalnya pelaku membakar daun purun dan jenis daun ini mudah terbakar. Jadi saat ada petugas partoli 2 orang pelaku langsung kabur, satu petugas mengejar pelaku dan petugas lain memadamkan api," kata Agus. 

Dari hasil penyelidikan diketahui, ND nekat membakar lahan untuk dipakai sebagai lahan pertanian. Ia juga mengaku tahu kalau perbuatannya itu dilarang. Karena ulahnya itulah, pelaku terancam Pasal 108 Juncto Pasal 69 ayat 1 Huruf H Undang-Undang No 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup yang ancaman pidananya 10 tahun penjara. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

Pemerintah Miliki 20 Alat PCR Covid-19

Peristiwa   08 April 2020 - 14:34 WIB
Bagikan:          

Kabupaten Siak Panen Raya Padi Gogo Seluas 12 Hektare

Peristiwa   08 April 2020 - 12:55 WIB
Bagikan: