Korban Jiwa Gempa Lombok Terus Bertambah, Masa Tanggap Bencana Diperpanjang

TrubusNews
Syahroni
11 Agu 2018   18:00 WIB

Komentar
Korban Jiwa Gempa Lombok Terus Bertambah, Masa Tanggap Bencana Diperpanjang

Gempa 7,0 SR memporak porandakan rumah warga Lombok, NTB. (Foto : Trubus.id/ Thomas Aquinus)

Trubus.id -- Sudah 6 hari berlalu pascagempa 7 SR mengguncang Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Bali. Namun lantaran masih banyak masalah dalam penanganan dampaknya, masa tanggap darurat di NTB yang seharusnya berakhir hari ini (11/8), diputuskan untuk diperpanjang selama 14 hari hingga 25 Agustus mendatang.

Gubernur NTB memperpanjang masa tanggap darurat lantaran masih banyak hal yang harus dilakukan pascagempa terjadi. Seperti masih adanya korban yang harus dievakuasi, pengungsi yang belum tertangani dengan baik, gempa susulan yang masih terus berlangsung bahkan gempa yang merusak dan menimbulkan korban jiwa, dan lainnya. 

Baca Lainnya : Korban Gempa Lombok Bertambah jadi 386 Orang, Pencarian Terus Dilakukan

Dengan adanya penetapan masa tanggap darurat maka ada kemudahan akses untuk pengerahan personil, penggunaan sumberdaya, penggunaan anggaran, pengadaan barang logistik dan peralatan, dan administrasi sehingga penanganan dampak bencana menjadi lebih cepat.

Sementara itu, menurut data yang dirilis Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Sabtu (11/8), diketahui jumlah korban gempabumi juga terus bertambah. Hingga hari ini (11/8), tercatat 387 orang meninggal dunia. Rinciannya, di Kabupaten Lombok Utara 334 orang, Lombok Barat 30 orang, Lombok Timur 10, Kota Mataram 9, Lombok Tengah 2, dan Kota Denpasar 2 orang. 

Diperkirakan jumlah korban meninggal akan terus bertambah karena masih ada korban yang diduga tertimbun longsor dan bangunan roboh, dan adanya korban meninggal yang belum didata dan dilaporkan ke posko.

Baca Lainnya : Meski Belum Diperlukan, Bantuan Asing untuk Korban Gempa Lombok Tetap Terbuka

Jika di Kabupaten Lombok Timur kemarin dilaporkan 11 orang meninggal dunia. Setelah diverifikasi ternyata terjadi pencatatan ganda. Satu korban dilaporkan 2 kali karena menggunakan nama panggilan dan nama lengkap.

Selain korban jiwa, tercatat pula, sebanyak 13.688 orang luka-luka. Pengungsi tercatat 387.067 jiwa tersebar di ribuan titik. Ratusan ribu jiwa pengungsi tersebut tersebar di Kabupaten Lombok Utara 198.846 orang, Kota Mataram 20.343 orang, Lombok Barat 91.372 orang, dan Lombok Timur 76.506 orang.  

Sedangkan kerusakan fisik masih sama jumlahnya, yaitu 67.875 unit rumah rusak, 468 sekolah rusak, 6 jembatan rusak, 3 rumah sakit rusak, 10 puskesmas rusak, 15 masjid rusak, 50 unit mushola rusak, dan 20 unit perkantoran rusak. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: