Siap-siap, BKSDA DIY Akan Mulai Mendata Kicau Mania Pemelihara Burung Dilindungi

TrubusNews
Syahroni | Followers 2
10 Agu 2018   20:17

Komentar
Siap-siap, BKSDA DIY Akan Mulai Mendata Kicau Mania Pemelihara Burung Dilindungi

Burung pleci, salah satu burung berkicau yang masuk dalam daftar satwa dilindungi. (Foto : Trubus.id/ Syahroni)

Trubus.id -- Peraturan Menteri (Permen) LHK Nomor 20 Tahun 2018 tentang jenis tumbuhan dan satwa yang dilindungi sudah mulai diterapkan. Bahkan kini, petugas Balai Konservasi, Sumber Daya Alam Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) akan mulai melakukan sidak ke lapangan.

Mereka mulai mendata pemilik burung berkicau yang masuk dalam daftar satwa dilindungi yang termasuk dalam Permen tersebut. Sebagaimana diketahui, dalam Permen LHK Nomor 20 tahun 2018, ada 919 jenis tumbuhan dan satwa yang dilindungi. Dari jumlah tersebut, 562 atau hampir 61 persen merupakan jenis burung berkicau, seperti jalak bali, murai batu, pleci, serta cucak rawa.

Kepala BKSDA DIY, Junita Parjanti mengakui, langkah pendataan yang dilakukan pihaknya memang mengacu pada PErmen tersebut. 

Baca Lainnya : Pelihara Pleci Jawa, Kicau Mania Bisa Didenda Hingga Rp100 Juta?

"Kami akan melakukan pendataan seluruh pemilik burung berkicau, khususnya yang dilindungi termasuk satwa lainnya yang dilindungi," katanya di Yogyakarta, Jumat (10/8).

Namun ia menjelaskan pendataan yang akan dilakukan kepada seluruh pemilik atau penangkar burung dilindungi di Yogyakarta tidak akan disertai dengan penyitaan karena masih dalam masa transisi. 

BKSDA DIY akan mengidentifikasi burung yang masuk kategori dilindungi dan tidak dilindungi. Apabila termasuk burung yang dilindungi maka pemilik akan diarahkan untuk mengurus izin penangkaran dan izin konservasi tanpa dipungut biaya.

"Nanti pemilik burung dilindungi akan didata, burungnya tidak disita. Sekarang kami sedang menyusun formulasinya, pada minggu keempat mungkin baru bisa kami laksanakan," kata dia.

Baca Lainnya : Pleci Hingga Kenari Kini Termasuk Satwa Dilindungi, Ini Syarat Memeliharanya

Junita mengatakan pengurusan izin penangkaran burung merupakan solusi bagi masyarakat yang ingin memelihara burung dilindungi. Ia juga menyebut, proses perizinannya dipastikan tidak sulit. Pemohon hanya perlu hanya menyerahkan proposal izin penangkaran, fotokopi KTP, serta asal isul satwa yang didapatkan.

"Upaya penangkaran ini justru menghindarkan burung dilindungi dari kepunahan. Sesuai peraturan 10 persen dari satwa yang ditangkarkan harus dikembalikan ke alam," kata dia.

Hingga saat ini, ada 30 penangkar satwa dilindungi di Yogyakarta yang telah teregistrasi. Mereka terdiri atas 14 penangkar burung, meliputi jalak bali, jalak putih, dan jenis paruh bengkok, dan tujuh unit penangkaran mamalia, meliputi rusa timor dan kijang. [RN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: