Rangkaian Bencana di Lombok dan Bali, Pengaruhi Target Kunjungan 1,7 Juta Wisman

TrubusNews
Syahroni
07 Agu 2018   22:45 WIB

Komentar
Rangkaian Bencana di Lombok dan Bali, Pengaruhi Target Kunjungan 1,7 Juta Wisman

Turis asing terlantar karena dampak gempa Lombok. (Foto : Doc/ Liputan6)

Trubus.id -- Saat pemerintah, khususnya Kementerian Pariwisata tengah menggenjot pertumbuhan jumlah wisatawan asing ke Indonesia, serangkaian bencana justru terjadi di daerah yang menjadi daya tarik wisatawan mancanegara.

Yah, bencana gempa bumi yang terjadi di Lombok sepekan terakhir, ditambah erupsi Gunung Agung di Karangasem, Bali, sejak beberapa waktu belakangan, tentu mempengaruhi jumlah kunjungan wisatawan mancanegara.

Padahal tahun ini, target kunjungan wisatawan mancanegara (Wisman) yang datang ke Indonesia diharapkan bisa mencapai 17 juta orang. 

Baca Lainnya : Kekhawatiran Pelaku Pariwisata Jika Gunung Agung Kembali Erupsi

Menanggapi hal ini, Menteri Pariwisata, Arief Yahya mengakui, bencana yang terjadi tentunya bisa mempengaruhi pencapaian target tadi. 

"Kemungkinan mengganggu (target) ya, jadi berkuranglah," ujar Arief saat dijumpai di Kompleks Istana Presiden, Jakarta, Selasa (7/8/2018). 

Arief cerita, saat gempa bumi pertama melanda NTB, Minggu (29/7) pagi, kunjungan wisatawan ke NTB sudah merosot sebanyak sekitar 100.000 orang. 
Ketika erupsi Gunung Agung di Bali yang terjadi akhir 2017 kemudian berlanjut di awal 2018, Arief mencatat ada penurunan jumlah wisatawan hingga 1 juta orang. 

Kondisi ini semakin memperparah merosotnya kunjungan wisatawan asing ke Indonesia. 

Namun meski demikian, Arief mengaku penurunan jumlah wisatawan itu masih bisa dimaklumi karena dinilai tidak terlalu besar.

Baca Lainnya : BNPB : Basarnas Telah Evakuasi 2700 Wisatawan Tiga Gili di Lombok

"Tahun ini kan targetnya 17 juta (kunjungan wisatawan asing), (kemungkinan realisasinya) 16 juta ya masih amanlah. Jadi kira-kira 94 sampai 95 persen bisa tercapai," ujar Arief lagi. 

Arief juga menyebut, pencapaian target masih bisa diperbaiki pascagempa bumi di NTB. Yah, pemerintah akan menggenjot kunjungan wisatawan asing ke Indonesia lagi. 

"Bisa kita perbaiki. Kami optimistis bisa recovery. Karena yang seperti ini tidak terlalu lama, contoh di Bali itu, recovery sekitar tiga bulan saja sudah selesai. Kalau di NTB ini tanggap daruratnya kita tetapkan tiga minggu," ujar Arief. [RN]


 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Upaya Outreach Sawit Indonesia Berkelanjutan di Slowakia

Peristiwa   16 Des 2019 - 09:20 WIB
Bagikan:          
Bagikan: