Pemulihan Kerusakan Akibat Kebakaran di Gili Lawa, Tergantung Suksesi Alam

TrubusNews
Astri Sofyanti
07 Agu 2018   17:45 WIB

Komentar
Pemulihan Kerusakan Akibat Kebakaran di Gili Lawa, Tergantung Suksesi Alam

Gili Lawa pasca terbakar. (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Belum lama ini, kawasan hutan Pulau Gili Lawa mengalami kebakaran hebat. Akibat kejadian ini, 10 hektare kawasan wisata yang berada di kawasan Taman Nasional Komodo (TNK) ini mengalami kerusakan hebat.

Menanggapi hal ini, Kepala Balai Taman Nasional (TN) Komodo, Budi Kurniawan mengatakan, proses suksesi alam atau proses pemulihkan kerusakan hutan di Pulau Gili Lawa akan membutuhkan waktu yang tak sebentar.

Baca Lainnya : Habis Sudah, 10 Ha Padang Rumput Pulau Komodo Dilalap Api

"Kami optimistis suksesi alam memulihkan kerusakan hutan di Gili Lawa," jelas Budi di Kupang, Selasa (7/8).

Budi mengatakan, lamanya proses suksesi alam atau perbaikan ekosistem hutan secara alamiah itu tergantung pada intensitas curah hujan.

Meski begitu, pihaknya juga belum bisa mengetahui secara pasti luas lahan hutan didominasi padang savana itu yang rusak akibat kebakaran karena sampai saat ini masih dalam proses penyelidikan.

Baca Lainnya : Selidiki Rekam Jejak Kebakaran Gili Lawa, Menteri LHK Berang 

"Penyelidikan masih berlangsung, tim penyidik sementara olah TKP bersama pihak Laboratorium Forensik dari Denpasar," lanjut Budi.

Tapi, untuk sementara ini dikatakan Budi, Balai Taman Nasional Komodo masih menutup seluruh aktivitas wisata di Pulau Gili Lawa dalam kurun waktu yang belum ditentukan.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, kebakaran hutan padang savana terjadi di bukit Pulau Gili Lawa pada Rabu (1/8) sekitar Pukul 18.15 malam.

Baca Lainnya : Selidiki Penyebab Kebakaran Polisi Periksa Agen Tur yang Berada di Gili Lawa

Akibat kondisi angin kencang, topografi yang curam, serta vegetasi savana yang kering, menyebabkan api mudah menjalar dan baru bisa dipadamkan petugas pada pukul 03.10 WITA dini hari.

Gili Lawa merupakan salah satu pulau di dalam Kawasan Taman Nasional Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Pulau Flores, yang tidak dihuni manusia maupun satwa prioritas konservasi seperti komodo (Varanus komodoensis) maupun kakatua kecil jambul kuning (Cacatua sulphurea occidentalis).

"Di Gili Lawa memang tidak ada satwa komodo karena bukan habitatnya, juga tidak ada spesies kunci," tutup Budi. [RN] 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          

Menkraf Dorong Indonesia Miliki Peta Geospasial Pariwisata

Peristiwa   22 Feb 2020 - 14:25 WIB
Bagikan: