Panitia Kurban Diimbau Tidak Gunakan Plastik Hitam untuk Bungkus Daging

TrubusNews
Syahroni
06 Agu 2018   22:45 WIB

Komentar
Panitia Kurban Diimbau Tidak Gunakan Plastik Hitam untuk Bungkus Daging

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Imbauan terkait bahaya penggunaan plastik hitam kembali dikeluarkan Pemerintah provinsi DKI Jakarta. Imbauan ini dikemukakan lagi menyusul semakin dekatnya Hari Raya Iduladha.

Yah, Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Lingkungan Hidup mengimbau agar seluruh panitia Iduladha tidak menggunakan kantong plastik hitam untuk membungkus daging kurban yang akan dibagikan kepada yang membutuhkan. 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Isnawa Adji mengetakan, kantung plastik hitam merupakan hasil daur ulang sampah plastik dan mengandung zat karsinogen. Zat inilah yang berbahaya bagi kesehatan.

Baca Lainnya : Mau Beli Hewan Kurban? Hindari Sapi yang Bulunya Berdiri

Untuk itu, ia mengimbau panitia kurban untuk menggunakan bahan lain yang lebih ramah lingkungan. Seperti daun-daunan taua besek yang terbuat dari bambu. 

"Kami imbau agar panitia kurban menggunakan wadah yang ramah lingkungan, seperti daun pisang, daun talas, besek bambu atau bahan ramah lingkungan lainnya yang mudah dijumpai di Jakarta,” kata Isnawa, Senin (6/8).

Ia menambahkan, imbauan tidak memakai kantong plastik hitam sebagai wadah makanan, sudah lama digaungkan pemerintah. Bahkan pada tahun 2009, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) merilis peringatan publik tentang bahaya kantong plastik kresek hitam.

Isnawa menambahkan, jika memang penggunaan plastik tidak bisa dihindari, ia mengimbau panitia menggunakan kantung plastik biodegradable ramah lingkungan.

Baca Lainnya : Kawal Pemotongan Kurban, Kementan Siapkan Ratusan Dokter Hewan

"Kantung tersebut bisa terurai secara alamiah dalam waktu 6 bulan di alam. Bahkan ada yang terbuat dari pati singkong dan jagung," kata Isnawa.

Isnawa berharap Idul Adha kali ini menjadi bagian dari kampanye ramah lingkungan. Terlebih lagi, kata dia, Pemprov DKI Jakarta sedang menggalakkan program pembatasan penggunaan kantong plastik di Ibukota bersama komunitas-komunitas peduli lingkungan.

"Kami saat ini juga sedang menyusun Rancangan Peraturan Gubernur tentang Penggunaan Wajib Kantong Belanja Ramah Lingkungan pada Pusat Perbelanjaan, Toko Modern dan Pasar," katanya lagi. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

Bina Swadaya Kritisi UU Kontroversial Cipta Kerja

Peristiwa   24 Nov 2020 - 18:26 WIB
Bagikan:          
Bagikan: