Musim Kemarau Tiba, Petani Sawah Tadah Hujan Kasak Kusuk Cari Kerja

TrubusNews
Syahroni
06 Agu 2018   22:15 WIB

Komentar
Musim Kemarau Tiba, Petani Sawah Tadah Hujan Kasak Kusuk Cari Kerja

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Musim kemarau mulai menyambangi berbagai wilayah di Indonesia. Di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan (Sumsel) hal serupa pun terjadi. Karena itu, petani lahan sawah tadah hujan di kawasan itu kini tidak bisa menggarap lahan mereka lagi.

Pasca panen kedua pertengahan tahun 2018 silam, petani sudah berhenti menggarap sawah karena air yang selama ini menggenangi sawah mereka mulai mengering. Surutnya air di sawah ini terjadi menyusul musim kemarau yang sudah terjadi sejak beberapa minggu terakhir.

Baca Lainnya : Kemarau Sebabkan 406 Hektare Sawah Puso di Jabar

Berbeda dengan para petani sawah irigasi teknis yang sudah kembali menggarap lahan usai melakukan pemanenan, petani sawah tadah hujan justru mencari pekerjaan serabutan lain untuk memenuhi kebutuhan rumah tangganya. Langkah ini biasa diambil sambil menunggu musim penghujan datang kembali.

Biasanya, para petani akan menyimpan gabah lebih banyak dibandingkan saat panen akhir tahun karena musim kemarau yang tidak bisa diprediksi biasanya akan menimbulkan peceklik sehingga harga beras mengalami kenaikan.

"Musim peceklik biasanya antar bulan September hingga akhir November. Petani mulai menyimpan gabah lebih banyak untuk persiapan hingga musim panen awal tahun 2019 mendatang," ungkap Kusirun (47) petani di wilayah Perjaya, Kabupaten Oku, Senin (6/8).

Baca Lainnya : Kemarau, 249 Ha Lahan Pertanian Kekeringan di Pekalongan

Menurut Kusirun, saat musim kemarau dan lahan mengalami kekeringan petani sawah biasanya mencari pekerjaan sampingan mulai dari menjadi buruh harian hingga mencetak batu bata.

"Untuk menyambung hidup. Bagaimanapun hasil panen pertengahan tahun tidak bisa dijual semua karena harus mempersiapkan untuk kebutuhan hingga awal tahun hingga panen selanjutnya," katanya. [RN]
 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          

Menkraf Dorong Indonesia Miliki Peta Geospasial Pariwisata

Peristiwa   22 Feb 2020 - 14:25 WIB
Bagikan: