LIPI: 2 Gempa Besar di Lombok Sepekan Terakhir, dari Bidang Sesar yang Sama

TrubusNews
Astri Sofyanti
06 Agu 2018   14:45 WIB

Komentar
LIPI: 2 Gempa Besar di Lombok Sepekan Terakhir, dari Bidang Sesar yang Sama

Pasien RSUD Mataram dievakuasi ke Jalan Raya saat gempa 7,0 Sr terjadi, Minggu (5/8) malam. (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Peneliti Pusat Penelitian Geoteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Danny Hilman turut menjelaskan gempa besar yang melanda Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang terjadi sebanyak dua kali dan hanya berjarak satu pekan.

Sebelumnya, seperti diketahui gempa berkekuatan 6,4 Skala Richter juga mengguncang Lombok, Sumbawa dan Bali, Minggu (29/7) silam. Terdapat 16 orang meninggal dunia di Lombok Utara, Lombok Timur dan Gunung Rinjani yang mayoritas akibat tertimpa puing bangunan.

Baca Lainnya : BMKG: Gempa 7.0 SR Malam Ini Adalah Gempa Utama Lombok

Dalam kurun waktu satu minggu berselang, Lombok kembali diguncang gempa dengan kekuatan 7 SR, Minggu (5/8). Danny memperkirakan gempa dahsyat yang menggunjang Lombok bersumber dari satu bidang sesar yang sama.

"Itu satu sumber. Satu bidang sesar. Mungkin sebelahan," kata Danny Hilman di Jakarta, Senin (6/8).

Lebih lanjut, peneliti LIPI ini menjelaskan, gempa 7 skala richter (SR), Minggu (5/8) kemarin ini terjadi akibat ada satu bidang patahan dengan kemiringan 30 derajat bergerak dua hingga tiga meter. Lokasi sesar atau patahan itu sekitar satu kilometer dari lepas pantai di Lombok Utara.

Baca Lainnya : Penjelasan BMKG Soal Potensi Tsunami Akibat Gempa Lombok 7 SR

"Itu yang menyebabkan gempa besar terjadi dalam jarak waktu yang berdekatan," katanya.

Lebih lanjut Danny menambahkan, gempa di Lombok yang terjadi sepekan lalu merupakan gempa pembuka. Sementara gempa pada Minggu (5/8) sebagai gempa utama.

"Gempa sepekan lalu bisa dibilang gempa pembuka, ini (kemarin), gempa utamanya. Itu satu sumber yakni di Lombok Utara," ungkap Danny. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Masalah Subsidi Pupuk, Begini Solusi Pakar IPB

Peristiwa   19 Jan 2021 - 08:37 WIB
Bagikan:          
Bagikan: