Penjelasan BMKG Soal Potensi Tsunami Akibat Gempa Lombok 7 SR

TrubusNews
Ihsan Maulana
06 Agu 2018   10:15 WIB

Komentar
Penjelasan BMKG Soal Potensi Tsunami Akibat Gempa Lombok 7 SR

Tsunami, ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Masyarakat Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali diguncang gempa berkekuatan 7 SR, Minggu (5/8) malam tadi. Getarannya pun terasa hingga Jawa Timur.

Tidak berapa lama berselang, BMKG mengeluarkan peringatan dini adanya potensi gelombang tsunami. Meski pada akhirnya, tsunami yang terjadi ketinggiannya sangat rendah dibawah setengah meter. Pertanyaan pun muncul, karena biasanya gempa yang berpotensi tsunami terjadi di dasar laut, sedangkan pada kasus gempa Lombok, berpusat di darat.

Kepala Bagian Humas Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisoka (BMKG), Harry Tirto Djatmiko menjelaskan, gempa 7 SR semalam di Lombok, memang berpusat di darat. Tepatnya berada pada titik 8.37 LS, dan 116.48 BT di kedalaman 15 km. Namun, patahan gempa tersebut terjadi sampai ke laut.

Baca Lainnya: 82 Orang Tewas Akibat Gempa Lombok, Ribuan Lainnya Masih Mengungsi

Maka dari itu, inilah yang menyebabkan terjadinya tsunami. Dan gempa bumi tersebut, memang termasuk dalam kategori gempa dangkal.

"Itu karena patahannya sampai ke laut ya. Jadi itu yang menyebabkan kami tetap mengeluarkan peringatan dini tsunami. Dia di darat tapi tidak jauh dari pantai," ungkap Harry ketika dihubungi awak media, Senin (6/8).

Sebelumnya, gempa bumi tersebut awalnya dilaporkan terjadi pada Minggu (5/6) pukul 18.46 WIB dengan kekuatan 6,8 SR dan tidak menimbulkan tsunami. Tetapi beberapa saat kemudian, BMKG melakukan pemutakhiran informasi dan menyebut gempa tersebut berkekuatan 7 SR dan berpotensi tsunami.

Baca Lainnya: BNPB Perkirakan Jumlah Korban Gempa Lombok Terus Bertambah

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho menyebutkan, tsunami yang dimaksud telah terjadi dan menyentuh daratan. Namun ketinggiannya di bawah setengah meter.

"Dari laporan BMKG telah ada tsunami dengan ketinggian tsunami yang masuk ke daratan 10 cm dan 13 cm," ujarnya dalam keterangan tertulisnya.

Pada Minggu (5/8) pukul 20.25 WIB, pihak BMKG akhirnya mencabut peringatan tsunami tersebut. Masyarakat NTB yang tinggal di pesisir pun bisa kembali ke rumah, namun diimbau tetap waspada. [KW]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Masalah Subsidi Pupuk, Begini Solusi Pakar IPB

Peristiwa   19 Jan 2021 - 08:37 WIB
Bagikan:          
Bagikan: