Gelombang Tinggi, Syahbandar Larang Terbitkan SPB

TrubusNews
Ihsan Maulana
05 Agu 2018   23:00 WIB

Komentar
Gelombang Tinggi, Syahbandar Larang Terbitkan SPB

Ilustrasi (Foto : Pixabay/ Free-Photos)

Trubus.id -- Kementerian Perhubungan (Kemenhub), saat ini mengimbau seluruh nakhoda kapal serta pihak terkait, untuk mewaspadai potensi ancaman gelombang tinggi dalam beberapa hari ke depan. Hal ini sesuai dengan informasi cuaca, yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

"Cuaca saat ini memang sedang ekstrem. Demi keselamatan pelayaran, nakhoda agar memperhatikan faktor cuaca sebelum berangkat," ujar Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub, Agus Purnomo di Jakarta, Minggu (5/8).

Penumpang diminta tidak memaksakan kapal berangkat, apabila cuaca ekstrem. Untuk itu, Agus meminta semua syahbandar agar tidak menerbitkan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) di tengah cuaca ekstrem dengan gelombang tinggi yang bisa membahayakan keselamatan pelayaran. Apalagi dalam beberapa hari terakhir, kecelakaan laut masih terjadi akibat faktor cuaca ekstrem dan gelombang tinggi. 

Baca Lainnya : Dampak Gelombang Tinggi Laut Selatan, Harga Ikan di Malang Melambung

Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Kemenhub Junaidi mengatakan, dalam kurun waktu dekat, sudah terjadi tiga kecelakaan laut, yang diakibatkan faktor cuaca ekstrem dan gelombang tinggi.

Pertama, kecelakaan laut Kapal Motor (KM) Berkah Ilahi I di Perairan Pulau Nggelu Sape, Bima NTB, Minggu (29/7) tenggelam setelah dihantam ombak setinggi lima meter.

"Jadi KM Berkah Ilahi I mengangkut 25 orang dengan rincian 20 orang berhasil diselamatkan, dua orang meninggal dunia, dan tiga orang belum ditemukan," paparnya.

Baca Lainnya : Tak Ditenggelamkan, Kapal Pencuri Ikan yang Ditangkap di Sabang Akan Dijadikan Monumen

Tidak lama berselang, kecelakaan laut yang diduga akibat cuaca ekstrem dan gelombang tinggi, terjadi pada Jumat (3/8). KM Bunga Hati 2, yaitu kapal motor nelayan tenggelam di sekitar Perairan Pulau Cendikia Indramayu, Jawa Barat.

Selanjutnya, kecelakaan yang dialami KM Alyssa di Perairan Mentawai, Sumatera Barat. Kecelakaan KM Alyssa ini diduga karena gelombang tinggi dan kuatnya hembusan angin. [NN]


 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: