60 Persen Dana Desa Harus Digunakan untuk Pemberdayaan Masyarakat, Ini Contohnya

TrubusNews
Thomas Aquinus
05 Agu 2018   11:00 WIB

Komentar
60 Persen Dana Desa Harus  Digunakan untuk Pemberdayaan Masyarakat, Ini Contohnya

Ilustrasi pemberdayaan masyarakat (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Provinsi Kaltim menilai, idealnya pemanfaatan dana desa (DD) sebesar 60 persen digunakan untuk pemberdayaan masyarakat agar terjadi percepatan penggalian potensi desa.

"Memang tidak ada aturan khusus mengenai persentase ini, namun sebaiknya gunakan DD lebih banyak untuk pemberdayaan, jadi perbandingannya adalah 60:40. Sisanya yang 40 persen untuk pembangunan fisik," kata Kepala DPMPD Provinsi Kaltim M Jauhar Efendi di Samarinda.

Menurutnya, jika sarana dan prasarana fisik sudah banyak yang terpenuhi di desa tertentu, bisa saja DD untuk pemberdayaan lebih ditingkatkan lagi menjadi 70-80 persen, yang penting harus melalui proses musyawarah bersama perwakilan elemen masyarakat.

Baca Lainnya : Dua Desa di Kabupaten Tegal Bermasalah Soal Dana Desa, Ini Penyebabnya

Seperti diketahui, tahun ini Provinsi Kaltim mendapat DD sebesar Rp730,92 miliar untuk 841 desa/kampung yang tersebar di tujuh kabupaten. Seharusnya anggaran sebesar itu sudah mengarah pada pengembangan potensi ekonomi lokal karena DD sudah diberikan sejak tahun 2015dan sudah banyak untuk pembangunan fisik.

Fendi mengungkapkan masih banyak desa/kampung di Kaltim yang condong memanfaatkan DD untuk pembangunan fisik, karena membangun fisik lebih cepat terlihat mata dan tidak membutuhkan ide kreatif dalam upaya meningkatkan perekonomian.

Padahal penggunaan DD selain untuk membangun infrastruktur desa, juga untuk pemberdayaan baik memberdayakan masyarakat agar SDM-nya meningkat maupun memberdayakan potensi lokal desa dalam pengembangan ekonomi kerakyatan.

Baca Lainnya : Tahun Depan Dana Desa Ditambah, Total Anggaran Rp85 Triliun

Fendi menjelaskan, bagi desa yang lebih dominan dalam perkebunan kakao misalnya, maka bisa dikembangkan mulai dari ekstensifikasi hingga pada pengembangan produk setengah jadi, bahkan menjadi produk jadi yang siap konsumsi.

Begitu juga dengan produk lain yang potensinya ada namun warga tidak sadar bahwa itu adalah potensi. Misalnya pohon aren yang menjadi penghasil gula merah. Di sisi lain Kaltim masih mendatangkan gula merah dari luar daerah.

Baca Lainnya : Agar Bisa Jual Beras dalam Kemasan, Petani Bisa Manfaatkan Dana Desa

Untuk itu, aren yang sudah tumbuh baik secara alami maupun yang ditanam warga sebelumnya, bisa dijadikan bahan baku menjadi gula merah, di samping juga melakukan penanaman aren guna menuju sekala produksi yang lebih besar.

"Pemerintah sudah menyiapkan anggaran besar, jadi sekarang tinggal kreativitas kepala desa dan warga saja bagaimana berpikir memajukan desa dan terus menggali ide kreatif karena masih banyak potensi lain yang bisa dikembangkan," ujar Fendi. [NN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: