Kemarau, 249 Ha Lahan Pertanian Kekeringan di Pekalongan

TrubusNews
Binsar Marulitua
04 Agu 2018   08:01 WIB

Komentar
Kemarau,  249 Ha Lahan Pertanian Kekeringan di Pekalongan

Kekeringan, ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Sekitar 249 dari total 15.411 hektare lahan pertanian di sejumlah wilayah Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, kini kekeringan karena musim kemarau yang cukup panjang.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pekalongan Siswanto mengatakan lahan pertanian yang mengalami kekeringan tersebut tersebar di Kecamatan Bojong 205 hektare, Sragi 42 hektare, dan Wonopringgo satu hektare.

"Kendati demikian, lahan pertanian yang mengalami kekeringan ini masih pada kategori kondisi ringan. Artinya, kekeringan ini belum sampai tanaman menjadi puso atau gagal panen," katanya di Pekalongan, Jawa Tengah,  Jumat (3/8).

Baca Lainnya: Sejumlah Wilayah di NTT Alami Kekeringan Ekstrem

Ia memperkirakan tanaman pertanian kekeringan mulai April 2018 hingga September mendatang.

Setelah dilakukan program pompanisasi, kata dia, hingga kini belum ada laporan dari para petani yang lahan pertaniannya puso atau gagal panen.

"Saat ini ada sekitar 40 unit pompa yang bisa dimanfaatkan para petani. Jika kurang, kami akan minta bantuan pada Pemprov Jateng agar lahan pertanian tidak mengalami kekeringan," katanya.

Baca Lainnya: Baru Masuk Musim Kemarau, 42 Desa di Sampang, Sudah Kekeringan

Saat ini, tanaman padi rata-rata berumur 70 hari sehingga kurang dari tiga minggu lagi masuk masa panen.

Akan tetapi, katanya, kondisi tersebut tetap menjadi perhatian pemkab sebagai upaya menyelamatkan tanaman tidak gagal panen.

"Berdasarkan informasi, musim kering akan berlangsung hingga pertengahan September 2018, sehingga Oktober mendatang para petani sudah bisa melakukan tanam padi serentak. Pola tanam sendiri berdasarkan kebijakan dari pusat untuk swasembada pangan di Indonesia menjadi setiap saat kalau ada air silakan bisa bertanam," katanya.[KW]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

Bina Swadaya Kritisi UU Kontroversial Cipta Kerja

Peristiwa   24 Nov 2020 - 18:26 WIB
Bagikan:          
Bagikan: