Harganya Masih Tinggi, Pedagang Ayam di PIR Banyak yang Gulung Tikar

TrubusNews
Syahroni
03 Agu 2018   22:15 WIB

Komentar
Harganya Masih Tinggi, Pedagang Ayam di PIR Banyak yang Gulung Tikar

Pedagang ayam potong di Serang, Banten. (Foto : Trubus.id/ Herlin Saputra)

Trubus.id -- Masih tingginya harga ayam potong di Pasar Induk Rau (PIR) Kota Serang, Banten berdampak pada para pedagang di pasar tersebut. Yah, sejumlah pedagang mengaku kini tak bisa berjualan lagi, bahkan sampai ada yang gulung tikar karena kondisi ini.

“Memang sudah hampir dua minggu harga ayam turun dari harga Rp40 ribu menjadi Rp38 ribu per kilogram (kg). Tapi kan harga ini bagi pembeli masih dibilang mahal. Banyak para pedagang memilih tidak berjualan bahkan ada yang sampai gulung tikar,” kata salah satu pedagang di PIR Kota Serang, Komar saat ditemui Trubus.id di lapaknya, Jumat (3/8).

Baca Lainnya : Kenaikan Telur Di Serang Diakibatkan Harga Pakan Naik Dan Cuaca Ekstrem

Menurut Komar, ada sekitaran 100 pedagang yang biasa berjualan ayam potong di PIR. Setelah harga ayam melambung, kini hampir 50 persen pedagang yang terpaksa berhenti berjualan.

“Saya juga kalau tidak punya langganan pembeli dari pemilik rumah makan, bisa jadi sama seperti yang lain,” jelas Komar lagi.

Komar menyebut, pihak yang diuntungkan karena kondisi ini adalah perusahaan besar. Pasalnya pedagang kecil seperti dirinya tidak akan berani menambah stok daging ayam jika pembelinya sedikit.

Baca Lainnya : Pengamat: Soal Inflasi dari Daging Ayam dan Telur, Mendag Jangan Lepas Tangan

“Yang untung PT aja kalau seperti ini. Saya tidak mau nyetok takut tidak habis,” tambahnya. 

Komar juga menyebutkan, karena sepi pengunjung pasar juga, barang dagangannya tidak sedikit yang busuk.

“Yang busuk juga banyak kalau sepi pengunjung, nah yang busuk ini sering saya jual buat pakan ternak lele,” tukasnya. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: