Aktivitas Meningkat, Hari Ini Gunung Anak Krakatau Meletus 137 Kali

TrubusNews
Syahroni
03 Agu 2018   21:15 WIB

Komentar
Aktivitas Meningkat, Hari Ini Gunung Anak Krakatau Meletus 137 Kali

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Kepala Pos Pantau Gunung Anak Krakatau (GAK) kembali mencatat aktivitas di Anak Gunung Krakatau. Dalam catatan, Anak Krakatau diketahui meletus sebanyak 137 kali sepanjang hari ini, Jumat (3/8).

Letusan Gunung Anak Krakatau yang terjadi hari ini terpantau mengeluarkan lava pijar dan material letusan dari dalam perutnya.

"Kondisinya masih aktif. Teramati 137 kali letusan dengan tinggi 100 sampai 300 meter dan warna asap hitam," kata Andi saat dihubungi Trubus.id, Jumat (3/8).

Baca Lainnya : PVMBG Perluas Jarak Aman Wisatawan Gunung Anak Krakatau Hingga 2 Km

Meletusnya kembali gunung berapi di perairan Selat Sunda ini, membuat jarak aman pun diperluas. Jika sebelumnya hanya dalam radius satu kilometer, kini menjadi dua kilometer dari puncak gunung.

"Karena kemarin durasi kegempaannya meningkat," terangnya. 

Saat aktivitas terjadi, gunung berapi dengan ketinggian 305 meter dari permukaan laut (mdpl) dan berada di perairan Selat Sunda mengeluarkan dentuman letusan yang terasa hingga 2 pos pantau, di Pasauran, Anyer, Kabupaten Serang, Banten dan di pos pantau wilayah Lampung.

"Visual malam teramati dari CCTV sinar api dan suara dentuman dan dirasakan getaran yang lemah," jelasnya.

Berdasarkan data yang ada, Andi menyebutkan, angin yang bertiup lemah ke arah utara, tenggara, barat daya, dan barat. Asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis. 

Baca Lainnya : Anak Krakatau Erupsi, Masyarakat Dilarang Mendekat dalam Radius 1 Km

Letusannya mencapai 137 kali, dengan amplitudo 15 sampai 45 mm, durasinya antara 13-77 detik. Hembusan berjumlah 96 kali, amplitudo berjumlah 4 sampai 20 mm berdurasi 16-122 detik. Gempa vulkanik dangkal berjumlah 23, amplitudo 3-22 mm dengan durasi 5 sampai 16 detik.

Patut diketahui, Gunung Anak Krakatau mulai menunjukkan aktifitasnya sebagai gunung berapi, sejak 18 Juni 2018 silam. Lalu atau sudah lebih dari satu bulan setengah mengalami letusan strombolin. [RN]

 

 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: