Tak Ditenggelamkan, Kapal Pencuri Ikan yang Ditangkap di Sabang Akan Dijadikan Monumen

TrubusNews
Syahroni
03 Agu 2018   16:45 WIB

Komentar
Tak Ditenggelamkan, Kapal Pencuri Ikan yang Ditangkap di Sabang Akan Dijadikan Monumen

Kapal pencuri ikan FV STS-50 yang diamankan di Sabang. (Foto : Twitter/ KKP RI)

Trubus.id -- Upaya Pemerintah Indonesia membersihkan perairan Nusantara dari kapal asing pencuri ikan sangat gigih. Buktinya, sudah cukup banyak kapal berbendera asing yang berhasil ditangkap dan ditenggelamkan. 

Tak hanya menghancurkan kapal-kapal itu, nahkoda kapal pencuri ikan pun diganjar hukuman berat. Seperti yang dilakukan Pengadilan Negeri Sabang pada nahkoda kapal asing berbendera Afrika yang dinahkodai pria Warga Negara Rusia, belum lama ini.

Baca Lainnya : Curi Ikan di Kepulauan Natuna, 10 kapal Vietnam dan 74 ABK Ditangkap 

PN Sabang memvonis Matveev Aleksandr (WN Rusia), nakhoda kapal ikan asing FV STS-50 berbendera Togo (Afrika), dengan pidana denda Rp 200 juta, Kamis (2/8) kemarin. Putusan ini lebih ringan daripada tuntutan jaksa penuntut umum, yang menuntutnya dengan denda Rp 300 juta.

Matveev dinyatakan bersalah dalam kasus pelanggaran perikanan (illegal fishing). Selain hukuman denda, kapal yang digunakan untuk mencuri ikan itu pun dirampas untuk negara. Namun bedanya, kapal ini nantinya tidak akan ditenggelamkan seperti biasanya. Yah, kapal tersebut akan dijadikan monumen edukasi.

"Kapal FV STS-50 sudah diputus pengadilan terbukti melakukan pelanggaran illegal fishing. (Dijadikan) monumen nanti. Dalam waktu dekat akan kita umumkan. Jadi sekarang kita persiapkan. (Tujuannya) untuk edukasi, juga untuk training," kata Plt Dirjen Pengawasan dan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Nilanto Perbowo di Gedung Bahari IV Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (3/8).

Baca Lainnya : Tanpa Dokumen yang Sah, Dua Kapal Ikan Asing Filipina Ditangkap

Ia mengatakan pihak KKP masih mempertimbangkan apakah kapal tersebut akan dijadikan monumen bergerak atau diparkir di satu pelabuhan. Ia menuturkan FV STS-50 akan jadi kapal kampanye pemberantasan illegal fishing.

"Bisa (dijadikan monumen) dalam keadaan diam atau bergerak. Dijadikan campaign vessle, dikasih tulisan 'kapal yang ditangkap karena illegal fishing'," sebutnya.

Namun rencana itu masih menunggu proses pengadilan. Saat ini kapal berada di Sabang dan bakal dibawa ke Jakarta. KKP sendiri masih menunggu perkembangan apakah terdakwa akan mengajukan banding atau tidak. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Wujudkan Ketahanan Pangan Keluarga Melalui Akuaponik

Inovasi   06 Agu 2020 - 14:10 WIB
Bagikan:          
Bagikan: