Pengamat: Soal Inflasi dari Daging Ayam dan Telur, Mendag Jangan Lepas Tangan

TrubusNews
Astri Sofyanti
03 Agu 2018   15:15 WIB

Komentar
Pengamat: Soal Inflasi dari Daging Ayam dan Telur, Mendag Jangan Lepas Tangan

Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita. (Foto : Trubus.id/ Astri Sofyanti)

Trubus.id -- Belum lama ini, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data yang menyatakan bahwa daging ayam dan telur masih menjadi faktor inflasi di bulan Juli 2018. Berdasarkan data BPS pada Juli ini, daging ayam menyebabkan inflasi 0,07 persen sementara telur 0,08 persen.

Menanggapi temuan ini, pengamat kebijakan publik dari Digipol Strategic Indonesia, Nur Fahmi BP menyayangkan sikap Kementerian Perdagangan (Kemendag) yang enggan bertanggung jawab terhadap inflasi dari daging ayam dan telur tersebut.

Menurutnya keengganan Kemendag menanggapi inflasi dari kenaikan harga daging ayam dan telur menjadi terkesan tidak mendukung arahan Presiden RI Joko Widodo agar kinerja lintas sektor, seperti kementerian atau lembaga pemerintahan lainnya, saling menguatkan.

Baca Lainnya : Kemendag Ingin Tekan Harga Telur, Ini Respon Pedagang

"Jangan sampai menimbulkan persepsi publik gara-gara komentar dan sikap Menteri Perdagangan sekarang bahwa kabinet seolah tidak kompak," ujar Fahmi dalam keterangan resminya di Jakarta, Jumat (3/8).

Terlebih menurut Nur Fahmi, di masa akhir kepemimpinan Presiden Jokowi sebelum Pilpres 2019, Jokowi telah menunjukkan fakta pola kerja antar sektor yang cukup bagus dan sistematis. 

Hal tersebut, menurutnya, jangan sampai dirusak dengan sikap Kementerian Perdagangan dengan menanggapi inflasi yang disebabkan dari daging ayam serta telur di pasaran.

"Di akhir masa pemerintahan Presiden Joko Widodo, para Menteri di kabinet seharusnya saling memperkuat," lanjutnya.

Ia menilai, soal inflasi yang disebabkan oleh harga daging ayam dan telur yang menjulang di pasaran, bukan seluruhnya menjadi kesalahan Kementerian Pertanian. 

Baca Lainnya : Dianggap Tidak Akurat, Guru Besar IPB Minta Kementan Perbaiki Data

"Menteri Pertanian Amran Sulaiman kan juga berusaha meredam gejolak kenaikan harga daging ayam dan telur. Misalnya melalu operasi pasar dan menanggulangi penimbunan oleh pemain nakal. Itu patut juga diapresiasi tindakannya," lanjutnya lagi.

Oleh sebab itu, Fahmi mengimbau, upaya Mentan yang seharusnya saling selaras dengan cara dari Kementerian Perdagangan guna mencarikan solusi terbaik meredam inflasi.

Fahmi mengakui bahwa Presiden Joko Widodo selama ini telah bisa dikategorikan berhasil membangun sektor pertanian, bahkan diapresiasi dunia. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: