Mendekati Iduladha, Polres Ngawi Bongkar Sindikat Penggelonggongan Sapi

TrubusNews
Syahroni
02 Agu 2018   21:45 WIB

Komentar
Mendekati Iduladha, Polres Ngawi Bongkar Sindikat Penggelonggongan Sapi

Kapolres Ngawi, AKBP MB Pranatal Hutajulu memimpin penggerebekan rumah penggelonggongan sapi. (Foto : Doc/ Polres Ngawi)

Trubus.id -- Jajaran petugas Polres Ngawi menggerebek sebuah rumah di dusun Ngadirejo Gang Mawar, RT 10/5, Kelurahan Karangtengah, Kecamatan/Kabupaten Ngawi, Kamis (2/8). Belakangan diketahui, di rumah tersebut, pemilik rumah melakukan praktik penggemukan sapi instan dengan cara digelonggong air.

Adalah Ahmad Ni Amthowi (19), pemilik rumah sekaligus pemilik usaha penggelonggongan sapi itu. Ia diringkus bersama 3 pegawainya yang saat itu tengah melakukan praktik ilegalnya. 

Selain mengamankan ke 4 pelaku, di rumah itu polisi juga mendapati 10 ekor sapi yang telah digelonggong air. Mirisnya, salah satu sapi ditemukan sudah dalam kondisi mati. Kapolres Ngawi, AKBP MB. Pranatal Hutajulu langsung melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian.

Baca Lainnya : Waspada, Jelang Iduladha Ditemukan Kambing Gelonggongan

Kasat Reskrim Polres Ngawi, Maryoko menerangkan, praktek ilegal ini sendiri terkuak berkat kecurigaan masyarakat sekitar. Berbekal laporan warga inilah polisi melakukan penyelidikan hingga akhirnya diambil tindakan.

"Atas informasi masyarakat, kita tindak lanjuti penyelidikan dan benar telah tertangkap tangan pelaku saat melakukan kegiatan penyiksaan hewan. Dia menggelonggong sapi dengan air di rumahnya," terang Maryoko kepada wartawan di lokasi, Kamis (2/8).

Maryoko menambahkan, pelaku mengaku baru 8 hari melakukan praktek ilegal itu di rumahnya. Pelaku nampaknya memanfaatkan momen Iduladha sebagai celah meraup keuntungan berlebih.  

"Dari pengakuannya baru delapan hari dan baru tujuh ekor sapi. Tapi kita temukan fakta sudah sepuluh ekor sapi jadi korban digelonggong dengan air dan dijual ke Kota Surabaya. Tapi yang bersangkutan langsung kita tetapkan sebagai tersangka," kata Maryoko.

Maryoko cerita, cara pelaku menggemukan sapi secara instan dengan cara digelonggong tergolong keji. 

"Jadi pelaku menyiksa sapi-sapinya dengan digelonggong air yang dimasukkan melalui mulutnya. Dengan cara selang air yang dimasukkan ke mulut sapi dan airnya langsung dari air sumur pompa yang disedot dengan mesin," ungkapnya.

Baca Lainnya : Waspada, Jelang Hari Raya, Daging Gelonggongan Mulai Marak di Pasaran

Air dimasukkan selama lima menit. Setelah itu, sapi menjadi tampak gemuk dan bisa dijual dengan harga tinggi.

Maryoko pun menegaskan bahwa tindakan menggelonggong hewan ternak seperti itu tidak bisa dibenarkan karena tergolong sebagai bentuk penipuan. Pelaku sendiri kini masih menjalani pemeriksaan. 

Karena ulahnya, pelaku dijerat dengan Pasal 8 ayat 1 huruf a dan c dan ayat 2 jo pasal 62 (1) UURI nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen dan sub pasal 66 A (1) jo pasal 91 B (1) UU nomor 41 tahun 2014 tentang perubahan undang-undang nomor 18 tahun 2009 tentang peternakan dan kesehatan hewan jo pasal 55 KUHP, dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. [RN]
 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

KKP Hentikan Sementara SPWP Ekspor Benih Bening Lobster

Peristiwa   26 Nov 2020 - 17:29 WIB
Bagikan:          
Bagikan: