Circular Economy, 'Senjata' Penurunan Sampah Nasional

TrubusNews
Binsar Marulitua
02 Agu 2018   18:15 WIB

Komentar
<i>Circular Economy</i>,  'Senjata' Penurunan Sampah Nasional

Direktur Penggelolaan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Novrizal Tahar (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Produksi sampah nasional mencapai 65,8 juta ton pertahun, di mana 16 persennya adalah sampah plastik. Kekuatan perubahan perilaku kolektif untuk menjadikan sampah memiliki potensi ekonomi menjadi salah satu solusi untuk pengurangan sampah nasional.  

Direktur Penggelolaan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Novrizal Tahar mengatakan, konsep 'Circular Economy' adalah sesuatu memperpanjang masa pakai sampah menjadi sesuatu yang berdaya guna untuk dimanfaatkan sebagai alternatif bahan baku, atau di daur ulang menjadi produk baru. 

"65,8 juta ton menjadi sumber daya kembali, tidak linear ekonomi yang masuk ke TPA  atau menjadi energi yang tidak produktif. Jadi tujuan yang utama adalah memperbesar sumber daya yang produktif untuk menekan total sampah nasional dari plastik organik,kertas, logam, kaca, kain dan lain-lain," jelas Novrizal di Jakarta, Kamis (2/8). 

Baca Lainnya : Bupati Pandeglang Turun ke Pantai Bersihkan Tumpukan Sampah

Novrizal menjelaskan, bahwa yang menjadi kunci adalah mengubah mata rantai pengelolaan dengan cara  mendorong perubahan perilaku. Bagaimana caranya agar masyarakat mulai memilah dan mudah masuk ke sistem ini. 

KLHK akan fokuskan dan kembangkan pengelolaan sampah menjadi circular ekonomi, jadi setiap mata rantainya dipantau terus.

"Perlu penyempurnaan mekanisme terkait insentif dan disintensif dalam penerapan circular economy dan material recovery. Selain itu pembenahan capacity building dalam pengelolaan sampah seperti SDM, teknologi, dan infrastruktur. Juga pengembangan pedoman teknis terkait material recovery dan circular economy," tambahnya.

Baca Lainnya : Dinas Lingkungan Hidup Sulteng Gandeng Siswa Sekolah untuk Kurangi Sampah

Ditambahkan Novrizal, Bank Sampah adalah salah satu strategi penerapan 3R (Reuse, Reduce dan Recycle) dalam pengelolaan sampah pada sumber di tingkat masyarakat. pelaksanaan bank sampah pada prinsipnya adalah rekayasa sosial untuk mengajak memilah sampah dari sumbernya. 

Selain hal tersebut, bank sampah bisa mengubah pandangan sebagai sesuatu sesuatu yang bernilai guna untuk di tabung dan mengubah masyarakat untuk mengelola sampah sesuai jenis dan nilainya sehingga mereka mau memilah sampah. 

Sementara itu, Kepala Pusat Litbang Industri Hijau Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Eddy Caster Sianturi mengatakan, tantangan implementasi dari Circular Economy adalah peningkatan sistem pengumpulan sampah, kelengkapan data dan akurasi data sampah plastik dan limbah elektronik, regulasi tentang pengelolaan sampah spesifik, dan pengaturan intensif untuk mendorong pertumbuhan industri daur ulang. 

Baca Lainnya : 5 Keuntungan Mengelola Sampah Organik Pakai Magot

Kebijakan pengembangan circular economy akan berpotensi terhadap efisiensi bahan baku, mendorong produksi barang yang dapat diguna ulang, mendorong produksi barang yang mudah dapat terurai oleh alam dan dapat mendorong industri daur ulang. Selain itu, manfaat pengembangan lainnya adalah mendorong pemanfaatan sampah sebagai energi alternatif dan menciptakan insentif untuk inovasi. 

"Komoditi yang berpotensi untuk pengembangan circular economy adalah elektronik, kemasan, peralatan rumah tangga, otomotif, pesawat terbang, angkutan laut, furniture, perhiasan," tambahnya. [NN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bambang Ismawan Ungkap Tantangan Mendirikan Majalah Trubus

Peristiwa   06 Des 2019 - 15:13 WIB
Bagikan: