Mensos Belum Putuskan Relokasi Suku Mausu Ane di Maluku yang Kelaparan

TrubusNews
Ihsan Maulana
02 Agu 2018   10:29 WIB

Komentar
Mensos Belum Putuskan Relokasi Suku Mausu Ane di Maluku yang Kelaparan

Menteri Sosial Idrus Marham (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Menteri Sosial Idrus Marham mengaku, sampai saat ini pemerintah masih fokus pada penanganan tanggap darurat krisis pangan Warga Suku Mausu Ane, Negeri Maneo Rendah, di Kabupaten Maluku Tengah. Untuk itu dirinya belum bisa memastikan tentang upaya relokasi mereka.

"Yang jelas belum ada keputusan relokasi, karena masih dalam masa tanggap darurat," ujarnya kepada media, ketika ditemui di Bogor, baru-baru ini.

Idrus menambahkan, sebagai langkah awal, Kemensos beserta jajarannya, akan menyelesaikan masalah kelaparan dan krisis pangan. Sementara langkah selanjutnya akan ditinjau setelahnya.

"Sekarang kita atasi dulu tanggap darurat yang kelaparannya, nanti tentu kita membicarakan dan ambil keputusan bagaimana cara mengatasi dalam jangka panjang," sambungnya.

Saat ini, bantuan tanggap darurat berupa kebutuhan logistik untuk Suku Mausu Ane sudah didistribusikan, yakni berupa satu ton beras, 190 lembar matras, 270 lembar selimut, 35 paket mainan untuk anak-anak, 60 paket untuk lansia, 45 paket perlengkapan bayi, 90 paket lauk pauk, peralatan dan perlengkapan memasak (panci, wajan, piring, gelas), dan 45 unit tenda gulung.

Baca Lainnya: Kemensos Kirim Logistik ke Daerah Krisis Pangan di Wilayah Terpencil Maluku

Kemudian, Kemensos juga menerjunkan tim untuk mengidentifikasi warga yang sakit, mendata korban meninggal, menyusun kronologi kejadian, menyalurkan bantuan logistik, serta mengidentifikasi kebutuhan jangka pendek dan jangka panjang.

Tim Kemensos yang diterjunkan sebanyak tujuh orang terdiri dari beberapa unit kerja yakni Komunitas Adat Terpencil (KAT), Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam, Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial, dan Pusat Penyuluhan Sosial.

Ditambah personel dari Dinas Sosial Provinsi Maluku, Dinas Sosial Kabupaten Maluku Tengah, Taruna Siaga Bencana (Tagana), personel dari TNI-Polri, BPBD Maluku, berbagai unsur relawan, serta Kepala Desa Morokai yang bertindak sebagai penerjemah bahasa lokal setempat.

Di sisi lain, Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos, Harry Hikmat menyebutkan, setelah bantuan jangka pendek didistribusikan, selanjutnya pada jangka menengah Kemensos akan memberikan santunan bagi anggota keluarga yang meninggal, serta mengidentifikasi jumlah mereka untuk mendapatkan bantuan pangan tanggap darurat selama tiga bulan berupa makanan pokok.

Untuk penanganan jangka panjang, Kementerian Sosial melakukan penjajakan terhadap pelaksanaan Program Pemberdayaan KAT yang sesuai dengan kebutuhan dan aspirasi warga. 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          

Menteri ESDM: Pemotongan Subsidi LPG 3 Kg Masih Kajian

Peristiwa   18 Jan 2020 - 14:11 WIB
Bagikan: