Atasi Bau di Kali Item, Ini Beberapa Solusi dari para Peneliti LIPI

TrubusNews
Astri Sofyanti | Followers 1
31 Juli 2018   14:45

Komentar
Atasi Bau di Kali Item, Ini Beberapa Solusi dari para Peneliti LIPI

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Bau tak sedap yang berasal dari Kali Item (Kali Sentiong) menjadi masalah tersendiri jelang Asian Games 2018 dan Asian Para Games 2018. Permasalahan muncul karena aliran Kali Item melintasi Wisma Atlet di Kemayoran, Jakarta Pusat yang akan dihuni peserta kedua even besar tersebut.

Untuk itu, guna menghilangkan bau menyengat, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melakukan berbagai upaya revitalisasi. Mulai dari menutup Kali Item dengan waring, hingga menebar cairan dan bubuk penghilang baru bernama Deogone.

Baca Lainnya : Hilangkan Bau Kali Item Dengan Pewangi? Ini Kata Pakar LIPI

Sebagaimana diketahui, bahan Deogone sendiri berasal dari jamur pelapuk putih yang berfungsi mengoksidasi penguraian protein yang mengandung asam amino akibat bau limbah dari Kali Item. Di mata Peneliti LIPI Bidang Limnologi, Gadis Sri Haryani, menebar Deogone ibarat dua sisi mata uang.

"Bisa efisien, bisa juga tidak. Tingkat efisiensinya tergantung dari konsentrasi bahan organik yang ada di kali atau sungai tersebut, serta bahan pencemar lainnya," kata Gadis di Jakarta, Selasa (31/7).

Lebih lanjut ia mengatakan, cara yang paling efektif untuk mengatasi masalah ini adalah mengatasi sumber pencemar atau limbah yang menyebabkan air kali menjadi hitam dan bau busuk. Menurutnya selama sumber itu tidak dihilangkan maka upaya yang dilakukan Pemda DKI Jakarta tetap sia-sia.

Sementara itu, Peneliti Senior Water Quality and Pollution Control for Aquatic Ecosystem Pusat Penelitian Limnologi LIPI, Cynthia Henny menjelaskan, tanaman air bisa juga digunakan sebagai solusi penyerap bau yang ada di Kali Item.

"Tanaman ini dari jenis rumput, namanya Reed Bed. Bisa juga tanaman Lidah Buaya dan Melati Air," ucapnya.

Baca Lainnya : Eceng Gondok Bisa Mengurangi Bau dan Pencemaran Air di Kali Item, Tapi...

Untuk itu, pihaknya mengingatkan bahwa penaburan bubuk Deogone sifatnya sementara dan harus terus-menerus dilakukan. Tapi jika ingin digunakan untuk jangka panjang, Cynthia mengatakan bisa menggunakan proses aerasi dengan aerator, teknologi nanobubble, atau air yang dibuat mengalir untuk menaikkan kadar oksigen.

"Sumber pencemar harus diolah sebelum akhirnya dibuang ke Kali. Cara ini bisa menggunakan Wetland Apung atau menambah bakteri yang cocok dengan kondisi lingkungan," tutupnya. [RN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan: