Dianggap Tidak Akurat, Guru Besar IPB Minta Kementan Perbaiki Data

TrubusNews
Karmin Winarta
31 Juli 2018   18:00 WIB

Komentar
Dianggap Tidak Akurat, Guru Besar IPB Minta Kementan Perbaiki Data

Prof. Dr Ir Dwi Andreas Santosa, MS (Foto : Karmin Winarta)

Trubus.id -- Beberapa waktu lalu Kementerian Pertanian menyatakan Indonesia surplus beras namun fakta di lapangan harga beras meningkat drastis pada Januari 2018.

Menanggapi hal tersebut, Guru Besar IPB, Prof. Dr Ir Dwi Andreas Santosa, MS menyatakan, baginya data tersebut tidak bisa dijadikan acuan untuk membuat kebijakan. 

Disela-sela acara Coffee Morning di Wisma Hijau, ia mengatakan, "Dalam banyak hal kami buktikan dengan kajian kami sendiri maupun dari berbagai sumber internasional, dari citra satelit, semuanya terjadi perbedaan besar antara data resmi yang dirilis kementerian pertanian dengan data yang kami hasilkan maupun data yang dikeluarkan oleh lembaga-lembaga internasional, "Katanya beberapa waktu lalu.

Baca Lainnya: Program UPSUS Berhasil, Indonesia Surplus Beras di 2017

"Perbedaanya cukup besar yakni 28 persen. Sehingga mengapa pemerintah perlu segera memperbaiki data tersebut atau merilis data yang sesungguhnya seperti apa sehingga ke depan tata kelola pangan kita lebih baik". 

Menurutnya perbaikan data itupenting karena ketika tata kelola pangan sudah baik, sudah barang tentu semua pihak diuntungkan.

Dalam pandangannya, sekarang ini tata kelola dan kebijakan pertanian didasarkan pada data yang sama sekali tidak akurat. Efeknya kebijakan yang dikeluarkan juga salah dan akibatnya merugikan semua pihak. Selain petani, juga para pelaku bisnis.

Baca Lainnya: Program Upsus Pajale Sukses, Jateng Surplus Beras 2,9 Juta Ton

"Ketika pemerintah menyatakan surpulus beras pada 2017, 17,6 juta ton, tapi harga beras tinggi, meningkat drastis pada Januari 2018 kemarin, " tambahnya.

"Konsumen dirugikan, semua dirugikan akibat data yang salah, data yang sama sekali tidak akurat sehingga pembetulan data atau perbaikan data mutlak harus segera dilakukan, katanya. [KW]
 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          

Kasus Kematian Akibat Covid-19 Naik Jadi 2.858 Jiwa

Peristiwa   28 Feb 2020 - 12:04 WIB
Bagikan: