Dampak Gelombang Tinggi Laut Selatan, Harga Ikan di Malang Melambung

TrubusNews
Syahroni
30 Juli 2018   21:45 WIB

Komentar
Dampak Gelombang Tinggi Laut Selatan, Harga Ikan di Malang Melambung

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Sudah beberapa pekan belakangan, gelombang tinggi menghantam perairan Indonesia. Di perairan laut selatan, hal serupa juga terjadi. 

Dampak tingginya gelombang di perairan laut selatan,akhirnya ikut dirasakan warga di Kota Malang. Yah, harga ikan laut jadi melambung tinggi karena peristiwa alam ini. Di beberapa pasar tradisional di kota Malang, harga ikan naik mulai dari Rp 3.000–Rp 13.000 per kilogram.

Baca Lainnya : Waspada, Gelombang Laut Selatan Jateng dan DIY Diprediksi Bisa Capai 9 Meter

Nur Ainun (82), pedagang pedagang ikan di Pasar Tawangmangu, Malang menyatakan, ikan-ikan yang harganya naik di antaranya ikan tuna, kakap, dan cumi-cumi. Ikan tuna yang awalnya dijual Rp 35.000 per kilogram (kg), kini harganya mencapai Rp 38.000. Sedangkan cumi-cumi yang awalnya Rp 45.000 per kilo, kini harganya melambung hingga Rp 58.000.

"Paling tinggi naiknya itu harga cumi-cumi, yaitu Rp 13.000," ucap Nur, di lapaknya, Senin (30/7).

Dia menambahkan, mahalnya harga ikan ini terjadi karena kelangkaan ikan di tingkat nelayan. Dan kelangkaan itu disebabkan ombak yang tinggi di perairan laut selatan.

"Ombaknya seperti itu (besar, Red), ya nggak ada yang berani melaut. Makanya langka dan mahal," ucapnya. 

Baca Lainnya : Gelombang Tinggi Robohkan Ratusan Bangunan di Gunungkidul

Nur melanjutkan, berbeda halnya dengan ikan yang diambil dari tambak. Harganya tidak ada peningkatan dan bisa dikatakan normal.

Dengan langka dan mahalnya harga ikan, dia dan penjual ikan di semua pasar juga mengalami penurunan soal laba.

"Rata-rata di semua pasar itu harga ikan naik. Biasanya masyarakat membeli 2–3 kilo, kini paling cuma beli setengah atau sekilo saja," pungkasnya. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: