BNPB : Tidak Ada WNA yang jadi Korban Tewas Saat Mendaki Rinjani

TrubusNews
Binsar Marulitua
30 Juli 2018   18:00 WIB

Komentar
BNPB : Tidak Ada WNA yang jadi Korban Tewas Saat Mendaki Rinjani

BNPB (Foto : Trubus.id/Binsar Marulitua)

Trubus.id -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan bahwa  tidak ada warga negara asing (WNA) yang meninggal saat melakukan aktivitas pendakian di Gunung Rinjani, NTB. Proses evakuasi akibat gempa gempa berkekuatan 6,4 skala richter terus dilaksanakan sampai waktu yang belum ditentukan. 

"Warga negara Malaysia yang meninggal adalah saat di penginapan bukan mendaki. Sedangkan pendaki yang dilaporkan tewas adalah WNI bernama Muhammad Ainul Takzim (26) warga Makasar terkena batu longsoran di pelawangan Sembalun Lawang," jelas Sutopo di Gedung BNPB, Jakarta, Senin (30/7). 

Sutopo menjelaskan banyak data yang beredar berbeda-beda terkait jumlah pendaki. Akan tetapi, Search and Rescue (SAR) Mataram, Kepala Taman Nasional (TN) Gunung Rinjani, dengan BPBD dan Polri belum bisa memastikan jumlah total pendaki yang tersebar baik di puncak Rinjani, Pelawangan Sembalun,Pelawangan Senaru maupun di kawasan Danau Segara Anak. 

Baca Lainnya : Warganya Jadi Korban Gempa Lombok, Malaysia Tawarkan Bantuan SAR

Jika merujuk data izin pendakian di dua pos pendakian yakni Sembalun dan Senaru, pada tanggal 29 Juli tercatat 829 jiwa melakukan aktivitas di dalam kawasan TN. Rinjani. Jumlah WNA asing 637 jiwa dari 29 negara dan 192 WNI. 

"Ini data yang kami dapatkan berdasarkan laporan izin pendakian 27 Juli sampai 29 Juli. Sampai Minggu,29 Juli pukul 23.00 WITA, 680 jiwa yang berasal dari 358 WNA da 222 WNI," Tambahnya. 

Sutopo menambahkan hingga Senin 30 Juli telah terjadi 276 gempa susulan denga intensitas yang lebih kecil. Gempa bumi berkekuatan 6,4 SR yang mengguncang wilayah Lombok, Sumbawa dan Bali terjadi pada Minggu (29/7) pagi. 

Baca Lainnya : KPAI: Sekolah Darurat Usai Gempa Lombok Harus Segera Didirikan

Berdasarkan keterangan BNPB, ada sekitar 16 orang yang menjadi korban meninggal akibat gempa tersebut, dengan rincian empat orang meninggal di Lombok Utara, seorang meninggal di Gunung Rinjani dan 11 orang meninggal di Lombok Timur.

Sementara korban luka-luka sebanyak 355 orang di Lombok Utara dan Lombok Timur. Sedangkan jumlah pengungsi mencapai 5.141 orang. Menurut Sutopo, jumlah bangunan yang rusak mencapai 1.454 unit rumah, 7 unit fasilitas pendidikan, 5 unit fasilitas kesehatan dan 22 fasilitas ibadah. [NN]
 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          

Jokowi: Sekarang Semua yang Keluar Rumah Harus Pakai Masker

Peristiwa   06 April 2020 - 17:02 WIB
Bagikan: