Setelah 203 Kali Gempa Susulan, BMKG Prediksi Gempa lebih Besar Sangat Kecil 

TrubusNews
Binsar Marulitua
29 Juli 2018   23:33 WIB

Komentar
Setelah 203 Kali Gempa Susulan, BMKG Prediksi Gempa lebih Besar Sangat Kecil 

Gempa Lombok (Foto : Twitter.com/infobencana)

Trubus.id -- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) masih terus menghitung dan memantau peluang terjadinya bencana, setelah gempa bumi tektonik  mengguncang wilayah Lombok, Nusa Tenggara Barat dan Bali, Minggu pagi (29/7). 

"Kami mencatat, hingga pukul 21.20 WITA telah terjadi 203 gempa susulan pasca terjadinya gempa bumi tektonik dengan kekuatan 6,4 SR, " Jelas Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati seperti dalam keterangan tertulis yang diterima  

Dwikorita Karnawati mengatakan kekuatan gempa susulan ini lebih kecil dari kekuatan gempa utama. Kekuatan gempa paling besar yakni 5,7 SR dan terkecil 2,1 SR sehingga BMKG memprediksi kecil kemungkinan terjadinya gempa susulan yang lebih besar kekuatannya. Melihat frekuenasi dan besaran maginutudo gempa terus melemah dan menurun.

Baca Lainnya: Pascagempa Lombok, PUPR Identifikasi Dampak Kerusakan Infrastruktur

"Melihat kecenderungan ini tampak sangat kecil kemungkinan untuk terjadi gempa dengan kekuatan lebih besar daripada gempa utamanya," tambahnya.  

Dwikorita menambahkan akan terus memantau aktivitas gempa susulan, salah satu caranya dengan memasang alat portable digital seismograf. BMKG memperkirakan aktivitas gempa susulan ini akan terus terjadi hingga beberapa pekan ke depan.

 Hasil analisis BMKG bahwa gempa bumi yang terjadi di Lombok merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas Sesar Naik Flores (Flores Back Arc Thrust). Gempa bumi dipicu deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan naik (thrust fault).

Baca Lainnya: Akibat Gempa, Gunung Rinjani Ditutup karena Longsor

Dwikorita juga meminta masyarakat untuk tidak mempercayai berita hoax yang menyebar pascagempa. Hingga saat ini, kata dia, BMKG terus memantau perkembangan gempa dari Pusat Gempa Nasional (PGN) Jakarta.

"Guna mengantisipasi munculnya informasi simpang siur dan hoax, BMKG melalui akun Twitter @infoBMKG akan terus menginformasikan perkembangan gempa," pungkasnya. [KW]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: