Bahagia, Keluarga Harimau Terekam Bermain di Hutan Riau

TrubusNews
Karmin Winarta
30 Juli 2018   08:00 WIB

Komentar
Bahagia, Keluarga Harimau Terekam Bermain di Hutan Riau

Rima dan Uma terekam sedang bercengkrama layaknya suami istri. (Foto : M Syukur)

Trubus.id -- Dua ekor harimau dewasa yang diberi nama  Rima dan Uma terekam kamera pengintai mendiami salah satu hutan lebat di Riau. Hal ini dapat dilihat dari video yang dirilis Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta World Wide Fund for Nature atau WWF.

Lokasi Rima si betina dan Uma si jantan sengaja dirahasiakan karena ditakutkan menjadi korban perburuan liar. Apalagi di Bumi Lancang Kuning ini masih banyak perburuan liar, baik yang sudah ditangkap ataupun masih berkeliaran.

Dalam video itu, Rima dan Uma terekam sedang bercengkrama layaknya suami istri. Keduanya berlarian di tengah lebatnya hutan, meski sesekali melirik kamera pengintai yang terpasang di pohon.

Baca Lainnya: Miris, Populasi Harimau Sumatra di Way Kambas Terancam Punah

Perkawinan Rima dan Uma ini telah membuahkan hasil. Ada empat anak harimau yang kemudian lahir. Semua anak ini selalu mengikuti langkah induknya menyisir lebatnya hutan untuk mencari mangsa.

Empat ekor anak yang belum diketahui jenis kelaminnya ini terkadang juga bermain layaknya saudara tua dengan muda. Keempatnya berlari kegirangan dan terkadang berjalan layaknya orang berbaris.

Menurut Kepala BBKSDA Riau Suharyono, keberadaan Rima dan Uma serta empat ekor anaknya menjadi kabar baik dalam usaha pemerintah menjaga perkembangan harimau di alam liar.

"Ada perkembangan baik," katanya, Minggu (29/7/2018) siang.

Dia menyebutkan, BBKSDA Riau punya target meningkatkan populasi harimau hingga 10 persen. Apalagi harimau termasuk di antara 25 satwa yang terancam punah.

Menurut Suharyono, ancaman paling utama keberadaan harimau adalah perdagangan ilegal dari hasil perburuan liar. Rantai perdagangan yang panjang, dari sumber sampai kepada tujuan akhir, terkadang sulit diurai.

Baca Lainnya: Jejak Satwa Buas di Perkebunan Kampar, Dipastikan Tapak Harimau Sumatera

"Namun demikian hukum harus ditegakkan, kejahatan terhadap satwa liar harus dihentikan. Inisiatif-inisiatif yang bertujuan mengubah perilaku dibutuhkan untuk mengurangi permintaan terhadap bagian-bagian tubuh harimau dan produk-produknya harus ditiadakan," terangnya.

Suharyono menyebutkan, kunci utama keberhasilan menaikan populasi harimau adalah kerjasama antara pemerintah, begitu juga dengan WWF serta masyarakat lokal. Pemerintah harus memastikan bahwa masyarakatlah penerima manfaat adanya konservasi harimau.

"Publik harus didorong agar dapat memilih dan membeli produk-produk yang tidak berasal dari pengrusakan habitat harimau," tegas Suharyono.

Sementara menurut Michael Baltzer, Ketua Tigers Alive, harimau merupakan predator utama pada rantai makanan. Harimau di alam berperan penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem yang mendukung kelangsungan hidup spesies lainnya dan
juga untuk manusia.

Namun, harimau berstatus kritis. Saat ini, hanya tersisa 3900 individu harimau liar di dunia, dan hanya bisa ditemukan sekitar 5% dari jangkauan mereka, jika dibandingkan dengan seabad lalu.

"Video ini adalah bukti yang mengagumkan dan membuktikan bahwa harimau berkembang  biak seperti kucing jika saja mereka memiliki habitat yang terlindungi, memiliki cukup mangsa dan tidak diburu," katanya.

Terpisah, Direktur Sumatera dan Wildlife WWF-Indonesia, Suhandri mengatakan, adanya video ini membuktikan Harimau Sumatera yang sehat ini dapat berkembang biak dengan baik di Sumatera tengah (Riau).

"Hal ini juga menunjukkan komitmen yang kuat dari Pemerintah Indonesia serta dukungan dari mitra komunitas dan pemerintah lokal maupun 
komunitas internasional untuk menyelamatkan harimau dan habitatnya," terangnya.

"Pemulihan populasi harimau adalah kunci untuk manusia agar dapat hidup dengan ketersediaan sumber daya alam," tambahnya. (KW)

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

CIPS: Fluktuasi Harga Pangan Perlu Diwaspadai

Peristiwa   25 Jan 2021 - 14:21 WIB
Bagikan:          
Bagikan: