SKK Migas-ConocoPhillips (Grissik) Sumbang Rehabilitasi DAS Terluas di KRS 

TrubusNews
Thomas Aquinus
27 Juli 2018   22:12 WIB

Komentar
SKK Migas-ConocoPhillips (Grissik) Sumbang Rehabilitasi DAS Terluas di KRS 

Gubernur Sumsel, Alex Noerdin berikan plakat kepada SVP ChonocoPhillips, Taufik Ahmad. (Foto : Eka/Dok ConocoPhillips)

Trubus.id -- Kebun Raya Sriwijaya (KRS) merupakan salah satu Kebun Raya yang ada di Indonesia, dan satu-satunya Kebun Raya yang dibangun di atas lahan basah atau rawa-rawa dengan luas lahan mencapai 100 hektar.

Salah satu bentuk kebijakan Pemerintah Daerah untuk mengisi KRS adalah dengan menggandeng partisipasi kewajiban dari Satuan Kerja Khusus Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas) yang ada di Sumatera Selatan. Hal tersebut sesusai dengan peraturan Menteri Kehutanan RI Nomor P16/Menhut/II 2014 tentang pedoman Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH).

Baca Lainnya : Kebun Raya Lahan Gambut Terbesar di Indonesia Hari Ini Diresmikan

Senior Vice President Commercial Business Development and Relations SKK Migas-ConocoPhillips (Grissik), Taufik Ahmad yang ditemui langsung Trubus.id mengungkapkan, rehabilitasi yang dilakukan oleh pihaknya di KRS merupakan salah satu bentuk kepedulian terhadap lingkungan. 

Peresmian Kebun Raya Sriwijaya. (Foto: Trubus.id/ Thomas Aquinus)

"Ini kan rehabilitasi DAS yang jadi kewajiban kami, tapi dengan kerjasama dengan Pemda, Kebun Raya Sriwijaya, kewajiban itu jadi satu dengan program Pemda bagi kami sendiri juga merasa senang karena nantinya ada yang jaga," ujar Taufik Ahmad. 

Dari 4 perusahaan migas yang melakukan kewajiban rehabilitasi kawasan DAS di KRS, SKK Migas-ConocoPhillips (Grissik) Ltd mengerjakan lahan paling luas, dengan luas lahan mencapai 35,41 hektar.

"Kita merasa bangga juga bisa berpartisipasi, atas upaya Pemda membuat Kebun Raya di lahan gambut yang katanya pertama di Indonesia," kata Taufik Ahmad.

Sejak penanaman pertama yang dilakukan tahun 2016, Taufik menyampaikan bahwa hasil yang diperoleh pihaknya mencapai tingkat keberhasilan hingga 90 persen. Hasil tersebut berdasarkan penilaian dari sensus yang dilakukan oleh pihak dari Institut Pertanian Bogor (IPB).

Baca Lainnya : LIPI: Kebun Raya Berhasil Turunkan 25 Persen Emisi Gas Karbon

"Seperti yang disampaikan Pak Gubernur tadi, mudah-mudahan nanti berapa tahun kedepan setelah kebun raya jadi, paling tidak keberadaan ConocoPhillips bisa menjadi warisan bagi generasi selanjutnya," ujarnya.

Taufik juga berharap, partisipasi yang dilakukan pihaknya selama ini dapat terus berjalan lancar setelah dilakukannya serah terima kepemilikan lahan kepada Kementerian Kehutanan, yang bekerjasama dengan Pemda. 

SVP ConocoPhillips, Taufik Ahmad bersama Direktur Trubus Mitra Yustina melihat lokasi Kebun Raya Sriwijaya. (Foto: Trubus.id/ Thomas Aquinus) 

"Kalau dibawah Kebun Raya Sriwijaya pasti penjagaan pemeliharaannya akan lebih baik, itu harapan kami," ujarnya.

Selain itu, besar harapan juga metode pengolahan yang dilakukan oleh pihaknya di Kebun Raya Sriwijaya bisa menjadi percontohan atau promosi pengolahan lahan gambut di wilayah lainnya.

"Kalau saya berkunjung ke sini 3-5 tahun lagi mungkin saya ingin tetap melihat gimana nih hasilnya sudah semakin rimbun, besar supaya impian dan rakyat Sumatera Selatan punya Kebun Raya yang baik bisa terwujud," pungkasnya. [NN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

Pemerintah Miliki 20 Alat PCR Covid-19

Peristiwa   08 April 2020 - 14:34 WIB
Bagikan:          

Kabupaten Siak Panen Raya Padi Gogo Seluas 12 Hektare

Peristiwa   08 April 2020 - 12:55 WIB
Bagikan: