Kebakaran Hutan Tewaskan 82 Jiwa di Yunani Diduga Disengaja

TrubusNews
Binsar Marulitua
27 Juli 2018   17:45 WIB

Komentar
Kebakaran Hutan Tewaskan 82 Jiwa di Yunani Diduga Disengaja

Karhutla (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Kementerian Keamanan Perlindungan Penduduk Yunani menyatakan telah menelusuri dan menemukan bukti awal penyebab kebakaran hutan yang merengut nyawa 82 orang. Kebakaran yang menjadi terparah dalam sejarah Negeri Para Dewa ini diduga akibat tindak kriminal sejumlah orang. 

Kepala Kementerian Keamanan Perlindungan Penduduk, Nikos Toskas mengatakan api yang pertama-tama muncul dari Gunung Pantelicus dan meyebar ke daerah pinggir pantai, Mati, di timur Athena pada Senin lalu telah menjadi petunjuk awal melalui bukti awal yang ditinggalkan pelaku.

"Terdapat sejumlah tanda tanya dan saya tidak menyembunyikannya dari Anda bahwa ada informasi serius yang membawa kami untuk melakukan investigasi," jelas Nikos Toskas. 

Menurut Nikos Toskas, ditemukan sejumlah elemen dan jejak yang serius bahwa kebakaran lain yang terjadi beberapa jam sebelumnya adalah kebakaran yang disengaja. Kebakaran ini terjadi di hari yang sama di barat Athena dekat Kineta. Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran di Kineta tersebut.

Baca Lainnya: Puluhan Hektare Hutan di Meranti Habis Dilalap Api

"Terdapat sejumlah kesaksian, tapi saat ini saya tak bisa mengatakan apapun lebih jauh," lanjut Toskas dalam konferensi pers di Athena. 

Konferensi pers itu juga diadiri oleh juru bicara pemerintah Dimitris Tzanakopoulos beserta kepala pemadam kebakaran dan kepolisian.

Menurutnya, pemerintah telah menyerahkan semua bukti kepada pihak kejaksaan. Barang bukti itu akan menjadi permulaan penyelidikan yang akan dilakukan oleh Mahkamah Agung, Selasa mendatang (2/8). 

Baca Lainnya: Dua Daerah Berpotensi Karhutla di Sumatera Barat Versi BMKG

Toskas menekankan bahwa kondisi iklim juga belakangan sangat ekstrim yang dipengaruhi oleh perubahan iklim global. 

Penanganan kebakaran oleh pemerintah Yunani mendapat banyak kritikan keras. Juru bicara Tzanakopoulos menyebut, 

"Evakuasi (korban) meninggal bisa dilakukan karena fenomena itu hanya berlangsung selama satu setengah jam."

Ia menambahkan bahwa hembusan angin kencang dengan kecepatan hingga 120 kilometer per jam, "Angin terkencang yang pernah tercatat selama delapan tahun terakhir." [KW]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

KKP Raih Penghargaan Badan Publik Informatif Tahun 2019

Peristiwa   22 Nov 2019 - 23:47 WIB
Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: