Gelombang Tinggi Masih Terjadi, Nelayan di Garut Dilarang Melaut

TrubusNews
Astri Sofyanti
26 Juli 2018   12:14 WIB

Komentar
Gelombang Tinggi Masih Terjadi, Nelayan di Garut Dilarang Melaut

Gelombang tinggi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Gelombang tinggi yang disertai angin kencang masih terjadi di perairan selatan Kabupaten Garut, Jawa Barat. Hal ini membuat pihak kepolisian setempat mengimbau para nelayan untuk tidak melaut hingga cuaca bersahabat.

Gelombang pasang dikhawatirkan mengancam keselamatan para nelayan yang tengah melaut. Karena sebagian besar nelayan di perairan Garut adalah nelayan tradisional.

“Demi keselamatan para nelayan, kami telah mengimbau untuk sementara waktu nelayan tidak melaut saat cuaca buruk seperti sekarang,” kata Kasatpolairud Pantai Santolo AKP Tri Andri kepada wartawan di Pantai Santolo, Kecamatan Cikelet, Kamis (26/07).

Baca Lainnya: Gelombang Tinggi Robohkan Ratusan Bangunan di Gunungkidul

Gelombang tinggi sampai saat ini masih terus terjadi di sekitar kawasan pantai selatan jawa. Bahkan di Kabupaten Garut, gelombang tinggi sampai merusak ratusan bangunan yang berada di bibir pantai.

Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi gelombang tinggi masih akan terjadi hingga beberapa hari ke depan.

Lebih lanjut Andri mengatakan, polisi juga mengimbau warga yang bermukim di sekitaran pantai-pantai yang ada di Garut untuk menjauh selama gelombang masih tinggi.

Baca Lainnya: Waspadai Gelombang Tinggi Capai 7 Meter di Perairan Lampung

Guna mencegah jatuhnya korban jiwa, Satpolairud dan TNI akan bersinergi untuk meningkatkan patroli di sekitaran pantai.

“Sampai hari ini, baik polisi maupun BPBD belum menerima laporan jatuhnya korban jiwa,” tambahnya.

Sementara itu beberapa nelayan di Pantai Rancabuaya, Kecamatan Caringin, memilih untuk memperbaiki jaring dan perahu untuk mengisi kekosongan saat tidak melaut. Sebagian besar nelayan mengaku khawatir jika memaksakan melaut saat gelombang tinggi. [KW]
 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: