74 Orang Tewas Akibat Kebakaran Hutan, Yunani Berkabung Nasional 

TrubusNews
Binsar Marulitua
25 Juli 2018   11:00 WIB

Komentar
74 Orang Tewas Akibat Kebakaran Hutan, Yunani Berkabung Nasional 

Kebakaran hutan, ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Pemerintah Yunani menetapkan masa berkabung selama tiga hari akibat kebakaran hutan yang menewaskan 74 orang. Para polisi dan petugas penyelamat masih berjibaku di lokasi kebakaran untuk mencari para korban dan kemungkinan betambahnya jumlah korban. 

"Kebakaran di Mati adalah yang terburuk sejak 2007 ketika api menghanguskan Semenanjung Peloponnese selatan dan menewaskan lusinan orang. Mirip Medan Perang," kata Perdana Menteri Alexis Tsipras mengutip sebuah pernyataan resmi. 

Menurut pejabat penanggulangan bencana setempat, 74 orang ditemukan tewas di daerah-daerah resor. Sekitar 187 orang lainnya, termasuk 23 anak-anak, terluka dan lebih dari 700 orang diselamatkan. Situasi kebakaran terlihat mengerikan seperti medan perang, di mana banyak jasad manusia berserakan di jalan serta banyak rumah dan kendaraan terbakar.

Wilayah yang dilanda kebakaran hingga Rabu (25/7/2018) mencakup berbagai wilayah sekitar Athena, termasuk Mati, Rafina, dan Kineta.

"Di sebelah kursi itu, ada mayat," kata Stabelos, sambil menunjuk ke kursi di dekatnya. "Di sana ada lebih banyak mayat."
Berdiri di tepi pantai, dia mengenang hal yang memilukan. "Ada seorang wanita mencari ibunya yang berumur 91 tahun. Saya pikir dia telah tenggelam."

Baca Lainnya: Yoghurt Islandia, Pilihan Lebih Baik dari Yoghurt Yunani?

Beruntung, putranya yang dia cari tidak terluka. Namun, para tetangganya banyak yang jadi korban. Para polisi dan petugas penyelamat masih bertugas di lokasi kebakaran untuk mencari para korban. Mereka sudah menemukan 26 jasad, termasuk anak-anak.

"Mereka telah mencoba menemukan rute pelarian, tetapi sayangnya orang-orang ini dan anak-anak mereka tidak datang tepat waktu," kata Nikos Economopoulos, kepala Palang Merah Yunani. Secara naluriah, melihat akhir hayat sudah dekat, mereka berpelukan," ujarnya.

Giorgos Stabelos, seorang warga di pesisir Rafina, mengaku sedang duduk di ruang tamu rumahnya pada Senin malam. Dia kaget ketika menonton berita di televisi bahwa kebakaran hebat telah melewati Jalan Marathonos dan menuju ke kawasan pantai di wilayah Mati, sekitar 29 km timur Athena, di mana putranya sedang berada di wilayah tersebut.

Dia bergegas keluar dari rumahnya dan melompat ke sepeda motor. Pada awalnya, dia tidak bisa menemukan jalan yang jelas karena kepulan asap tebal.

Stabelos mencoba beberapa jalan sampai dia menemukan celah. Dia berjalan menuruni bukit, dan kaget ketika dia melihat jasad korban yang hangus terbakar di trotoar. Saat dia mendekati pantai, dia melihat lebih banyak jasad berserakan di tanah.

Andreas Panagiotaros, seorang dokter gigi berusia 38 tahun dan penduduk wilayah Mati, mengaku sedang berada di flatnya ketika pertama kali mendengar dentuman keras pada Senin malam. Dentuman keras itu berasal dari tabung propana dan mobil telah meledak setelah disambar kobaran api.

"Ketika saya pertama kali keluar, ada mobil-mobil yang ditinggalkan di mana-mana," katanya. Dia mengalami luka kecil di dahi dan wajahnya berjelaga.

"Masalahnya adalah semua orang panik," ujarnya. Panagiotaros ikut membantu tim penyelamat mengevakuasi orang-orang yang melarikan diri dari bencana hebat tersebut.

"Saya pribadi melihat dua mayat di sini di samping sepeda motor," katanya. "Ini adalah gambar yang tidak akan pernah saya lupakan dalam hidup saya. Tidak tertahankan untuk menyadari bahwa 20 menit sebelumnya orang ini masih hidup," imbuh dia.

Selama lebih dari dua dekade tinggal di daerah itu, kebakaran hutan tidak pernah sampai ke lingkungan tempat tinggalnya. "Ini mengingatkan saya pada medan perang; langit berwarna abu-abu dan penuh api," katanya seperti dikutip pada Reuters

Di seluruh desa, orang mengais-ngais melewati puing-puing rumah. Mereka menyelamatkan beberapa koper dan tas yang penuh barang.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Tiga Desa di Kota Batu Terdampak Angin Kencang

Peristiwa   17 Nov 2019 - 17:06 WIB
Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: