Warga Sekitar Way Kambas Belajar Cara Tangani Konflik dengan Gajah

TrubusNews
Astri Sofyanti | Followers 1
25 Juli 2018   08:51

Komentar
Warga Sekitar Way Kambas Belajar Cara Tangani Konflik dengan Gajah

Gajah Way Kambas (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Warga yang bermukim disekitar hutan Taman Nasional Way Kambas (TNWK) di Kabupaten Lampung Timur akan mendapat pelatihan untuk menangani konflik gajah dengan manusia. Pelatihan tersebut akan diperoleh warga dari LSM Wildlife Conservation Society-Indonesia Program (WCS-IP).

“Nantinya warga yang tinggal di desa penyangga sekitar hutan TNWK itu juga dibekali pengetahuan untuk memanfaatkan dan mengelola sumber daya alam di sekitar kawasan hutan,” kata Muhamad Muslih salah seorang koordinator Konservasi Program WCS-IP, di Lampung Timur, Rabu (25/7).

Sejumlah warga yang mendapat pelatihan itu bermukim disekitar hutan penyangga TNWK yakni Desa Taman Fajar, Rantau Jaya Udik II, Labuhan Ratu IX, Labuhanratu VI, Labuhan Ratu VII, dan Braja Kencana.

Baca Lainnya: Miris, Populasi Harimau Sumatra di Way Kambas Terancam Punah

Para warga yang akan mendapat pelatihan mayoritas berprofesi sebagai petani, peternak, nelayan, serta pemerintah desa setempat.

“Pelatihan berlangsung tiga hari di Balai Desa Braja Kencana, Kecamatan Braja Selebah, Way Jepara, Lampung Timur mulai Selasa (24/7) sampai dengan Kamis (26/7),” sambungnya.

Lebih lanjut Muslih menjelaskan masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan Way Kambas rentan terjadi konflik dengan gajah liar. Pemicunya karena perebutan lahan pangan. Hal ini karena kawanan gajah liar kerap keluar hutan untuk mencari makan ke area pertanian milik warga.

“Konflik gajah dan manusia itu sudah berlangsung lama dan berdampak kerugian pada kedua belah pihak,” ungkapnya.

Baca Lainnya: Way Kambas Dibanjiri Pengunjung Hingga 12 Ribu Orang

Untuk itu, WCS-IP mengadakan pelatihan tersebut dengan tujuan mendorong kapasitas masyarakat dalam penanganan konflik dengan gajah liar.

Tujuan pelatihan salah satuya untuk merangsang kelompok-kelompok warga desa menciptakan inovasi usaha yang bisa dikembangkan di sekitar kawasan hutan, di antaranya masyarakat didorong dapat memanfaatkan kanal-kanal penghalang gajah sebagai tempat usaha budidaya ikan.

"Pelatihan ini penting dilakukan untuk menjaga kelestarian gajah. Selain itu untuk membantu menyelesaikan konflik manusia dengan gajah, WCS-IP hanya membantu dan menjembatani," tutup Muslih.

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: