Hamil di Usia Remaja Berbahaya, Ini Penjelasan Guru Besar Ilmu Kesehatan Anak

TrubusNews
Astri Sofyanti | Followers 1
24 Juli 2018   21:45

Komentar
Hamil di Usia Remaja Berbahaya, Ini Penjelasan Guru Besar Ilmu Kesehatan Anak

Guru Besar Ilmu Kesehatan Anak, FKUI Prof. DR. dr. Soedjatmiko, SpA(K), MSi. (Foto : Trubus.id/ Astri Sofyanti)

Trubus.id -- Dalam peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2018 yang digelar Kementerian Kesehatan, Selasa (24/7), Guru Besar Ilmu Kesehatan Anak, FKUI Prof. DR. dr. Soedjatmiko, SpA(K), MSi mengingatkan akan bahaya kehamilan di usia remaja. Karena itu ia menyarankan, calon ibu sebaiknya menikah, hamil, serta melahirkan anak pertama ketika menginjak usia 21 sampai 25 tahun.

Soedjatmiko mengatakan, jika seorang perempuan mengandung di usia yang masih terlalu muda, calon ibu belum siap baik secara fisik, emosi sosial, psikososial dan finansial.

Ia menyebut, keadaan psikososial inilah yang bisa menimbulkan emosi sosial yang terhambat dan mempengaruhi perkembangan kognitif calon ibu. Kondisi ini bisa dikaitkan dengan kurangnya asupan gizi serta kurangnya stimulasi yang diberikan oleh orangtua.

Baca Lainnya : Dalam Peringatan Hari Anak Nasional, Kemenkes Fokus Tangani Stunting

"Kehamilan saat remaja, anaknya jadi kecil, gizi juga kurang. Ibu belum siap fisik, psikis dan finansial. Belum lagi kalau suaminya merokok, remaja juga belum bisa mengurus anak, bisa stres," kata Soedjatmiko, saat ditemui di Kementerian Kesehatan, Jakarta Pusat, Selasa (24/7).

Lebih lanjut dikatakan Soedjatmiko, jika dilihat dari aspek kesehatan, remaja yang hamil dikatakan dapat alami kurang gizi kronik dan kurang iodium. Remaja hamil juga terancam berbagai penyakit metabolik seperti jantung, diabetes, obesitas dan hipertensi.

“Padahal ada berbagai upaya agar anak-anak Indonesia menjadi GENIUS, sesuai dengan tema Hari Anak Nasional Kementerian Kesehatan. Upaya itu bisa dimulai sejak di dalam kandungan hingga umur dua tahun atau 1000 hari petama kehidupan. Setelah itu, dapat dilanjutkan pada masa balita, pra sekolah, usia sekolah hingga remaja,” sambungnya lagi.

Baca Lainnya : Menteri PPA: Kejahatan Seksual Masih Intai Anak-anak di Indonesia

Selain itu, upaya lain yang bisa dilakukan orangtua diantaranya, memberi makanan bergizi seimbang dan cukup, mencegah berbagai penyakit dengan menjaga kebersihan makanan, minuman, badan, pakaian dan lingkungan. 

Lebih lanjut ia mengatakan, orangtua juga perlu memastikan ketersediaan air bersih untuk memasak, minum dan mandi. Jauhkan asap rokok, asap kendaraan dan melakukan imunisasi secara rutin. [RN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: