Hongaria Kembangkan Pupuk Organik dari Olahan Tulang Babi

TrubusNews
Syahroni
24 Juli 2018   07:30 WIB

Komentar
Hongaria Kembangkan Pupuk Organik dari Olahan Tulang Babi

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Di Eropa Tengah, tulang babi menjadi limbah yang mudah didapat dari rumah jagal. Biasanya, tulang babi ini tidak banyak dimanfaatkan. Bahkan di banyak rumah jagal di Hongaria, tulang babi ini biasanya langsung dibuang di tempat sampah.

Namun kini, sampah tulang babi mendapat tempat baru. Di tangan para peneliti, tulang babi ini diolah jadi pupuk organik alternatif pupuk kimia. Metodenya dikembangkan ilmuwan Hongaria untuk melawan penggunaan bahan kimia yang mahal dan merusak alam.

Sebuah instalasi ujicoba di Hongaria yang berisi para ilmuwan dari proyek riset Eropa mengembangkan pupuk organik fosfor dari bahan baku tulang babi ini. Koordinor proyek, insinyur teknik lingkungan Edward Soméus menjelaskan, proses membuat pupuk organik dimulai dengan menggiling tulang babi berkualitas pangan.

Baca Lainnya : Keren, Pariaman Olah Sampah Organik Jadi Pupuk untuk Taman Kota

"Tulang ini kaya fosfat dan mineral lainnya. Dengan membakar material, kami menciptakan arang yang bisa dipakai sebagai pemasok fosfat dalam pertanian organik." ujar Soméus seperti dikutip dari euronews. 

Tulang Babi dibakar pada suhu rata-rata 600 derajat celcius, dalam bejana vakum tanpa oksigen. Tidak ada emisi gas ke atmosfer. Produk akhir yang disebut "biochar" tulang, kaya mineral. Berbeda dengan pupuk kimia, pupuk ini bebas logam berat. Para peneliti melihat produk ini sebagai pupuk fosfat organik ideal.

"Tulangnya punya struktur poros makro. Sangat bagus untuk mikroorganisme dalam tanah, terutama jamur. Yang bisa menggunakan tulang sebagai medium, dan itu tumbuh amat bagus", tambah Soméus.

Di laboratorium di Budapest, produk ini diteliti. Hasilnya ternyata sangat menjanjikan. Pakar kimia, Zoltán Palotai bahkan mengatakan, produk ini dapat menjadi pasokan alami fosfat yang baik untuk tanah pertanian di masa depan.

Baca Lainnya : Musim Kemarau, Saatnya Petani Produksi Pupuk Organik

"Karena senyawa tersebut mencapai sekitar 30 persen dari itu. Selain fosfor, produknya juga mengandung banyak alkaloida seperti kalsium, terutama dalam bentuk kalsium fosfat." ujarnya.

Pakar agronomi dari University of Turin, Massimo Pugliese menambahkan, memakai pupuk kualitas tinggi dari tulang binatang, memungkinkan tanaman lebih tahan menghadapi stres lingkungan seperti kekeringan. 

"Juga membantu tanaman lebih tangguh melawan patogen. Semua ini memungkinkan tanaman hasilkan panen lebih bagus," tandasnya lagi. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: