Perempuan di China Tewas Digigit Ular yang Akan Diolah jadi Minuman Tradisional

TrubusNews
Syahroni
24 Juli 2018   06:00 WIB

Komentar
Perempuan di China Tewas Digigit Ular yang Akan Diolah jadi Minuman Tradisional

ular berbisa many-banded krait atau Chinese krait. (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Di Cina, ular berbisa banyak dimanfaatkan untuk membuat minuman keras yang dipercaya bisa menjaga kesehatan. Minuman yang dikenal dengan nama 'Snake Wine' ini merupakan minuman olahan yang dibuat dengan cara merendam keseluruhan tubuh ular berbisa jenis 'many-banded krait' atau 'Chinese krait' di dalam alkohol. 

Budaya membuat minuman tradisional ini sendiri hingga sekarang masih banyak dilakukan masyarakat Cina. Apalagi, untuk mendapatkan ular dengan nama latin Bungarus multicinctus ini kini sangat mudah. Yah, ular berbisa yang banyak dijumpai di wilayah China bagian tengah juga selatan dan di wilayah Asia Tenggara ini kini dengan mudah didapat di toko online. 

Baca Lainnya : Pria di Texas, Digigit Ular Berbisa yang Kepalanya Sudah Ia Penggal, Kok Bisa?

Namun sayangnya, mudahnya mendapatkan ular mematikan ini justru berdampak pada tingginya angka kematian akibat gigitan ular tersebut. Belum lama ini, seorang wanita muda berusia 21 tahun belum lama ini jadi korbannya. Ia tewas 8 hari usai digigit ular krait yang akan diolahnya menjadi 'Snake Wine'. 

Seperti dilansir dari kantor berita Xinhua yang dikutip AFP, Senin (23/7) kemarin, peristiwa itu terjadi Selasa (17/7) silam. Kejadian bermula korban membeli ular krait dari situs jual beli online Zhuanzhuan, yang didukung perusahaan internet ternama China, Tencent. Ular tersebut dibeli dari seorang pedagang online di Provinsi Guangdong bagian selatan. 

Ular itu diantarkan oleh seorang kurir yang mengaku kepada Xinhua, bahwa dirinya tidak tahu apa isi paket yang dibawanya saat itu. Saat ia hendak merendam ular tersebut ke dalam alkohol, ular itu justru berkelit dan mengigitnya. 

Baca Lainnya : Tragis Pelukis Ini Tewas Dililit Ular Peliharaannya Sendiri

Sejumlah media menyebut, ular tersebut berhasil kabur usai menggigit korban. Namun pejabat dinas kehutanan setempat menyatakan ular berbisa itu berhasil ditemukan di dekat tempat kejadian. 

Diketahui bahwa platform online dilarang memperjualbelikan satwa liar. Para pengelola diimbau untuk segera menghapus postingan yang memperjualbelikan satwa-satwa liar tersebut. Namun pada praktiknya, para konsumen bisa membeli satwa liar lewat platform lebih kecil seperti Zhuanzhuan yang tidak diawasi terlalu ketat. [RN]
 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: