Eceng Gondok Bisa Mengurangi Bau dan Pencemaran Air di Kali Item, Tapi...

TrubusNews
Ihsan Maulana
23 Juli 2018   23:00 WIB

Komentar
Eceng Gondok Bisa Mengurangi Bau dan Pencemaran Air di Kali Item, Tapi...

Ketua Prodi Pengelolaan Sumberdaya Perairan, Departemen Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB, Dr.Ir.Sigid Hariyadi, M.Sc (Foto : Trubus.id / Ihsan Maulana)

Trubus.id -- Dalam beberapa minggu mendatang, Indonesia khususnya Jakarta akan kedatangan kontingen atlet negara-negara asia yang akan berlaga di Asian Games 2018. Salah satu tempat menginap atletnya adalah Wisma Atlet Kemayoran.

Namun, mengingat jarak yang begitu dekat antara wisma atlet dan Kali Item, aroma tak sedap yang keluar dari kali berwarna hitam pekat itu menyeruak masuk ke lingkungan wisma atlet.

Terkait dengan itu, Pemprov DKI baru-baru ini sudah memasang jaring hitam yang dibentangkan pada sepanjang Kali Item terutama yang berada di dekat gedung wisma atlet. Hal itu disebut Gubernur DKI Anies Baswedan untuk mengurangi evaporasi dan mengurangi bau.

Baca Lainnya : Ini Penjelasan Kenapa Kali Item Warnanya Hitam

Ketua Prodi Pengelolaan Sumberdaya Perairan, Departemen Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB, Dr.Ir.Sigid Hariyadi, M.Sc menilai, penggunaan tanaman eceng gondok bisa diaplikasikan untuk membantu mengurangi bau dan limbah di kali tersebut, meski ada beberapa hal yang harus diperhatikan.

"Sebetulnya bisa, karena tumbuhan air dalam hal ini eceng gondok bisa menyerap limbah organik yang terdekomposisi menghasilkan nutrien yang dibutuhkan tumbuhan," buka Sigid kepada Trubus.id ketika ditemui di ruang kerjanya, Bogor, Senin (23/7).

Ia melanjutkan, meski eceng gondok bisa menjadi salah satu opsi, namun mengingat kondisi air kali yang sudah terlalu berwarna hitam, akibat pencemaran limbah berat sehingga eceng gondok diragukan untuk bisa bertahan lama.

Baca Lainnya : Ini Penjelasan Anies Mengapa Kali Item Ditutup Jaring Hitam

"Karena memang sudah hitam sekali, jadi jangan-jangan bisa bertahan sebentar lalu kemudian mati," sambungnya.

Sehingga, penempatan eceng gondok yang diperkirakan bisa bertahan paling lama dua minggu ini harus diganti rutin, sehingga memberi dampak signifikan pada penyerapan air limbah.

"Tapi ini harus dihitung lagi ya, karena ini biayanya bisa lebih mahal atau tidak," imbuhnya.

Ia merasa, opsi penempatan eceng gondok agar lebih maksimal juga harus ditambah dengan sistem aerasi. Tetapi sekali lagi, agar eceng gondok bisa bertahan hidup, maka tanaman tersebut harus disimpan pada kolam penampungan yang dialiri oleh air limbah dari drainase rumah tangga dan sebagainya, sebelum akhirnya dilimpahkan ke sungai.

Baca Lainnya : Ubah Citra Kali Item yang Keruh dan Bau, Pemprov DKI Datangkan Alat Canggih

"Tapi kalau dalam waktu dekat untuk benar-benar menghilangkan itu semua (bau dan limbah) di sungai itu agak sulit ya, karena ini sudah bertahun-tahun," pungkasnya.

"Tapi ya itu, satu-satunya jalan kalau sungai ini mau diperbaiki, pertama dibuatkan saluran drainase untuk air limbah buangan dari pemukiman tidak langsung ke sungai, tapi ke pengolahan. Kedua, sungainya di aerasi untuk membantu perbaikan dekomposisi disitu, lalu jika dua hal sebelumnya bisa berjalan, dan masukan limbah dari kanan-kiri sungai berkurang, maka dengan adanya hujan, air limbah di sungai bisa terbawa ke hilir dan pencemarannya relatif berkurang," jelasnya.

Di sisi lain, ketika ditanya soal pemasangan jaring di atas Kali Item Kemayoran, Sigid merasa hal ini sudah tepat untuk solusi jangka pendek dalam menghadapi Asian Games yang akan digelar sebentar lagi. Terlebih, jaring hitam itu bisa menutup kesan pemandangan yang jelek dan bau tidak sedap yang keluar dari kali tersebut. [NN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

BPOM Lepas Ekspor Temulawak ke Kamboja

Peristiwa   16 Des 2019 - 10:56 WIB
Bagikan:          

Kenapa Ular Kobra Muncul di Musim Penghujan?

Peristiwa   16 Des 2019 - 11:24 WIB
Bagikan:          
Bagikan: