Indonesia Harapkan Tambah Tiga Cagar Biosfer Baru ke Unesco

TrubusNews
Binsar Marulitua | Followers 0
23 Juli 2018   21:45

Komentar
Indonesia Harapkan Tambah Tiga Cagar Biosfer Baru ke Unesco

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Indonesia mengajukan lagi tiga lokasi yaitu Berbak-Sembilang, Betung Kerihun-Danau Sentarum, dan Gunung Rinjani-Lombok untuk mendapat pengakuan sebagai cagar biosfer kepada UNESCO (Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan PBB).

"Sejak tahun 1977 hingga saat ini, Indonesia telah memiliki 11 cagar biosfer. Kini Indonesia menambah tiga lagi," kata Wakil Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Bambang Subiyanto saat membuka "The 2018 International Conference on Biosphere Reserve: Engaging Stakeholders towards Community Empowerment" di Palembang, Senin (23/7).

Bambang menjelaskan, cagar biosfer adalah tempat untuk membentuk pengelolaan berkelanjutan melalui berbagai program seperti manajemen SDA dan ekosistem, pengembangan jasa lingkungan, serta penelitian dan pengembangan (litbang). Tujuannya, adalah untuk berkontribusi pada pengentasan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan terutama bagi masyarakat yang tinggal di dalam cagar biosfer.

Baca Lainnya : Wagub Sumut: Kaldera Toba Siap Dinobatkan jadi UNESCO Global Geopark

"Hal ini akan berdampak pada peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat," katanya.

Konferensi internasional ini adalah side-event dari sidang ke-30 "International Coordinating Council of The Man and The Biosphere (ICC MAB) UNESCO", 23-28 Juli 2018. Hadir dalam kesempatan ini lebih dari 300 partisipan dari lebih 50 negara anggota MAB UNESCO.

Bambang juga menyoroti peran sektor swasta, yang perlu ditingkatkan untuk mengimplementasikan hasil penelitian dalam mendukung industrialisasi.

Dirjen Konservasi SDA dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Wiratno menyatakan ada perubahan arah kebijakan dimana masyarakat sekarang dijadikan subjek dalam pegelolaan dan konservasi SDA.

Baca Lainnya : UNESCO Soroti Masalah Sampah Pulau Komodo

Wiratno juga menekankan pentingnya modal sosial berupa jejaring dan kemitraan para pemangku kepentingan, selain itu dukungan modal sosial, akan meningkatkan efektivitas pengelolaan SDA.

Sementara itu, Kepala Badan Litbang dan Inovasi (BLI) KLHK Agus Justianto menyatakan, sumber daya hutan Indonesia memiliki peran penting dalam kehidupan manusia.

Menurut dia, ada tantangan untuk memastikan adanya pemanfaatan ekonomi sekaligus pada saat yang bersamaan mengkonservasi hutan yang menuntut peran penting Litbang.

Baca Lainnya : Trubus Mania, Yuk Kita Dukung Kolintang Jadi Warisan Dunia UNESCO

"Litbang bisa menyediakan pengetahuan dan teknologi yang memadai untuk memahami hubungan antara sumber daya alam dan sistem sosial yang bisa mendukung perencanaan kebijakan yang terintegrasi," katanya.

Dia menekankan, sesuai dengan tujuan pembangunan Indonesia saat ini dan komitmen Indonesia di forum Internasional, litbang akan fokus pada upaya mendukung perlindungan konservasi keanekaragaman hayati, restorasi ekosistem hutan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pada saat yang sama mendukung pertumbuhan ekonomi hijau. [NN]
 

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: