Selain Kesehatan, Pedagang Juga Harus Perhatikan Kesejahteraan Hewan Kurban

TrubusNews
Ihsan Maulana
23 Juli 2018   15:45 WIB

Komentar
Selain Kesehatan, Pedagang Juga Harus Perhatikan Kesejahteraan Hewan Kurban

Ilustrasi (Foto : Pixabay)

Trubus.id -- Jelang Hari Raya Idul Adha, para pedagang hewan kurban di seluruh daerah terutama di Kota Yogyakarta, diminta untuk selalu memperhatikan kesejahteraan hewan yang dijual, termasuk kondisi lapak jualan mereka.

“Selama ini, memang banyak pedagang hewan kurban yang memanfaatkan lokasi di trotoar. Tentunya, perlu ada perhatian khusus terhadap kondisi lokasi berjualan untuk kesejahteraan hewan kurban,” ujar Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta, Sugeng Darmanto di Yogyakarta, Senin (23/7).

Ia menambahkan, lokasi penjualan hewan kurban yang layak, mesti diperhatikan dari berbagai hal, yakni kebersihan, sirkulasi udara, kemudahan membersihkan lokasi berjualan agar tidak kumuh, dan keselamatan hewan kurban.

Baca Lainnya : Kawal Pemotongan Kurban, Kementan Siapkan Ratusan Dokter Hewan

Terkait dengan ini, Sugeng menambahkan, perangkat pemerintah di kecamatan dan Dinas Lingkungan Hidup perlu dilibatkan dalam memberikan rekomendasi tempat penjualan hewan kurban yang layak.

“Jadi kecamatan selaku pihak yang menerbitkan izin terhadap Pedagang Kaki Lima (PKL) harus bisa bersikap tegas. Jika trotoar tersebut merupakan lokasi larangan PKL, maka izin tidak perlu diberikan,” sambungnya.

Begitu juga dengan Dinas Lingkungan Hidup, ia meminta agar dapat memberikan rekomendasi terhadap tempat penjualan hewan kurban yang layak ditinjau, berdasarkan faktor pendukungan dari lingkungan di sekitarnya.

Baca Lainnya : Jelang Asian Games 2018, Equestrian Disterilkan dari Hewan Kurban dan Delman

“Sampai saat ini, memang belum terpantau pedagang hewan kurban yang muncul, sehingga perlu diantisipasi sejak awal. Biasanya, tidak ada izin ke kecamatan dan tiba-tiba saja berjualan di trotoar,” imbuhnya.

Kemudian, Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta juga akan melakukan pemantauan rutin kesehatan hewan kurban. Nantinya, hewan yang dinyatakan sehat dan layak disembelih akan diberi tanda semacam kalung, begitu pula dengan tempat berjualannya.

Sugeng menambahkan, Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta juga akan bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada (UGM), untuk memantau kondisi hewan kurban sehari sebelum penyembelihan dan sesaat setelah penyembelihan. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Kabupaten Siak Panen Raya Padi Gogo Seluas 12 Hektare

Peristiwa   08 April 2020 - 12:55 WIB
Bagikan:          
Bagikan:          

Pemerintah Antisipasi Pelemahan Harga Gabah Saat Panen Raya

Peristiwa   08 April 2020 - 10:16 WIB
Bagikan: