BMKG Ungkap Tanggal Puncak Gelombang Tinggi, Nelayan Dihimbau Waspada

TrubusNews
Thomas Aquinus
23 Juli 2018   09:00 WIB

Komentar
BMKG Ungkap Tanggal  Puncak Gelombang Tinggi, Nelayan Dihimbau Waspada

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan informasi prediksi gelombang tinggi yang akan terjadi selama sepekan kedepan. Dalam keterangannya selama sepekan kedepan gelombang diperkirakan mencapai ketinggian 1,2 meter sampai dengan 6 meter.

Informasi tersebut dikemukakan oleh Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati yang mengatakan, puncak gelombang diperkirakan terjadi pada tanggal 24-25 Juli 2018. “Saya menghimbau kepada masyarakat untuk menunda kegiatan penangkapan ikan secara tradisional hingga gelombang tinggi mereda," katanya di Gedung Media Center BMKG Jakarta pada Minggu (22/7).

"Perahu nelayan dan kapal-kapal ukuran kecil agar tidak memaksakan diri melaut serta tetap waspada dan siaga dalam melakukan aktivitas pelayaran,” sarannya.

Dwikorita mengungkapkan, faktor penyebab gelombang tinggi tersebut adalah kondisi tekanan tinggi di Samudra Hindia (barat Australia) atau disebut Mascarene High. Angin dingin dan kering dengan kecepatan 35 km sampai 50 meter per jam, akan melewati wilayah mascarene high.

Baca Lainnya : Gelombang Tinggi di Pantai Selatan Yogyakarta Diprediksi Berlangsung 5 Hari Kedepan

"Kondisi tersebut berdampak pada peningkatan tinggi gelombang hingga berkisar 6 meter. Tidak hanya di Australia, Mascarene High pun memicu terjadinya gelombang tinggi di perairan selatan Indonesia, mulai dari selatan Jawa hingga Nusa Tenggara," jelas Dwikorita.

Secara rinci BMKG membagi menjadi 3 kategori wilayah sesuai dengan tingkat ketinggian gelombang. Kategori sangat waspada dengan tinggi gelombang 1,25 meter hingga 2,5 meter.

Kategori tersebut berpeluang terjadi di Laut Jawa bagian timur, perairan timur Kotabaru, Selat Makassar bagian selatan, Laut Flores, Perairan Baubau Kepulauan Wakatobi, Laut Banda.

Baca Lainnya : Cuaca Buruk, Yogyakarta Berpotensi Terjadi Gelombang Tinggi Hingga 5 Meter

Kemudian perairan selatan Pulau Buru, perairan selatan Pulau Seram, Perairan Kepulaian Kei hingga Kepulauan Aru, Perairan Kepulauan Babar hingga Kepulauan Tanimbar, Perairan Barat Yos Sudarso, Laut Arafuru, dan Perairan Jayapura.

Selanjutnya adalah Kategori berbahaya dengan tinggi gelombang 2,5 meter hingga 4 meter. Kategori tersebut berpeluang terjadi di Perairan Sabang, Perairan utara dan barat Aceh, Perairan barat Pulau Simeulue hingga Kepulauan Mentawai, Perairan barat Bengkulu hingga Lampung.

"Kemudian Selat Sunda bagian selatan, bagian selatan Pulau Jawa hingga Pulau Sumbawa, bagian selatan Selat Bali, bagian selatan Selat Lombok, bagian selatan Selat Alas, bagian selatan Pulau Sumba, bagian selatan Pulau Rote dan Laut Sawu," terang Dwikorita.

Baca Lainnya : Gelombang Tinggi Intai Perairan Kalteng, BMKG Imbau Nelayan Tak Melaut

Terakhir adalah kategori sangat berbahaya. Tiinggi gelombang mencapai 4 meter hingga 6 meter. Kategori ini terjadi di Perairan Sabang, Perairan utara dan barat Aceh, Perairan barat Pulau Simeulue hingga Kepulauan Mentawai, Perairan barat Bengkulu hingga Lampung.

"Mencakup juga bagian barat Pulau Sumatra, bagian selatan Selat Sunda, bagian selatan Pulau Jawa hingga Pulau Sumba, bagian selatan Selat Bali, bagian selatan Selat Lombok, dan bagian selatan Selat Alas," tutupnya. [NN]

 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

Jagung Provit Alternatif Bahan Pangan Sehat

Inovasi   28 Sep 2020 - 20:52 WIB
Bagikan:          
Bagikan: