Program Cetak Sawah 150 Hektare di Teluk Wondama Tertunda,  Ini Sebabnya

TrubusNews
Binsar Marulitua
22 Juli 2018   18:00 WIB

Komentar
Program Cetak Sawah 150 Hektare di Teluk Wondama Tertunda,  Ini Sebabnya

Sawah. Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Program pencetakan sawah baru seluas 150 hektare di wilayah Distrik Nikiwar, Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat, akan ditunda hingga tahun 2019 mendatang karena terkendala masalah alat berat.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Teluk Wondama, Metusalak Basoren mengatakan, TNI selaku pelaksana program tersebut saat ini kesulitan mencari alat berat. Anggaran yang disiapkan Kementerian Pertanian (Kementan) terbatas sehingga tidak bisa membayar ongkos sewa alat dari luar.

"Rencananya program ini akan dilaksanakan tahun ini, karena terkendala masalah teknis sehingga terpaksa ditunda untuk tahun depan," kata Basoren. 

Ia menjelaskan, pembukaan sawah baru  merupakan program Kementerian Pertanian dalam rangka mendukung swasembada beras di daerah. TNI dilibatkan sebagai pelaksana program ini.

Nikiwar merupakan salah satu distrik terjauh di Teluk Wondama. Untuk membawa alat berat ke daerah yang berbatasan dengan Kabupaten Teluk Bintuni ini membutuhkan anggaran cukup besar.

Karena itu, Boseren meminta petani terutama para transmigran di Kampung Werianggi dan Tamoge bersabar menunggu program ini. Pihaknya sedang berupaya agar program ini benar-benar terlaksana pada 2019.

"Kami mohon maaf nanti diupayakan tahun depan. Kami upayakan agar pagu anggarannya ditambah supaya bisa ada biaya sewa alat berat. Kami sudah sampaikan juga kendala ini kepada Desk Otonomi Khusus. Mereka berjanji akan sampaikan ini ke pusat,“ lanjut Boseren.

TNI-AD dari Kodim 1703 Manokwari sebelumnya telah membuka ratusan hektare sawah baru di Kampung Sobei Indah. Pada tahun 2016, Distrik Teluk Duairi tercetak seluas 150 hektare sawah baru. Pada 2017 program serupa dilaksanakan untuk mencetak 50 hektare sawah di Distrik Rasiei.

"Bapak presiden sedang bekerja keras untuk meningkatkan produksi beras nasional. Kita menjadi salah satu daerah yang pilih untuk memperluas lahan sawah," pungkasnya. [KW]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan: