Selain Telur, Harga Cabai Kini Juga Melambung

TrubusNews
Binsar Marulitua
22 Juli 2018   08:00 WIB

Komentar
Selain Telur, Harga Cabai Kini Juga Melambung

Cabe (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyatakan, harga jual komoditas cabai yang mengalami lonjakan cukup signifikan dalam beberapa hari terakhir, terjadi karena minimnya pasokan dari berbagai daerah. Upaya penelusuran pun terus dilakukan untuk mencari tahu sebab lain dari kenaikan cabai rawit merah, rawit hijau serta cabai merah keriting.

“Suplai berkurang,karena di tempat penghasil belum panen sehingga menyebabkan harga naik,” kata Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Tjahya Widayanti di Jakarta.

Tjahya mengatakan sebagai bupaya antisipasi, pihaknya telah bertemu dengan asosiasi petani cabai untuk memastikan penyebab kenaikan harga. Berdasarkan laporan yang diterima, harga jual cabai diprediksi akan turun secara bertahap karena masa panen akan terjadi dalam waktu dekat. 

Baca Lainnya: Tips Tingkatkan Hasil Panen Cabai Sampai 250 Persen

Karena itu, pihak pemerintah tampaknya belum berencana melakukan intervensi harga sebagaimana yang sebelumnya dilakukan untuk menekan harga jual 

Tjahya juga menyatakan, pihaknya terus berkoordinasi dengan Direktorat Jenderah Hortikultura Kementerian Pertanian agar kebutuhan cabai terpenuhi.

 “Petani binaan Kementerian Pertanian sudah melakukan antisipasi, tapi sepertinya belum bisa memenuhi permintaan masyarakat,” ujarnya.

Baca Lainnya: Harga Cabai Melonjak, Ini Sentra Produksi Cabai di Indonesia

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional, harga rata-rata cabai per satu kilogram untuk periode 25 Juni 2018 hingga 20 Juli 2018 mengalami kenaikan yang signifikan. Cabai rawit hijau misalnya yang naik dari Rp37.300 menjadi Rp44.350. Sedangkan cabai rawit merah dari Rp43.000 per kilogram menjadi Rp59.850 per kilogram.

Selain itu, harga cabai merah keriting naik cukup tajam dari Rp36.450 menjadi Rp40.150. Kemudian, harga cabai merah besar Rp37.150 menjadi Rp39.850.

Ketua Asosiasi Agribisnis Cabai Indonesia, Dadi Sudiana membenarkan bahwa musim panen cabai saat ini belum terjadi sehingga menyebabkan pasokan terus berkurang. [KW]
 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: