Kenaikan Telur Di Serang Diakibatkan Harga Pakan Naik Dan Cuaca Ekstrem

TrubusNews
Thomas Aquinus
21 Juli 2018   06:00 WIB

Komentar
Kenaikan Telur Di Serang Diakibatkan Harga Pakan Naik Dan Cuaca Ekstrem

Ilustrasi telur (Foto : Trubus.id / Hadi Nugroho)

Trubus.id -- Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Kota Serang, Siswati mengklaim kenaikan harga telur ayam di daerahnya diakibatkan faktor harga bahan pakan ternak naik dan cuaca ekstrem.

"Ketika saya turun kelapangan mengecek para peternak yang ada di kita, faktornya adalah harga pakan ternak naik, salah satu bahannya jagung yang tadinya Rp3.000 sekarang Rp3.800. Kedua cuaca ekstrim ini membuat ayam stress produksi telur menurun," katanya kepada Trubus.id, Jumat (20/7).

Dari sembilan peternakan ayam petelur di Kota Serang, rata-rata mendapatkan bahan pakan jagung dari hasil impor, kenaikan kurs dollar sangat berpengaruh kepada pakan ternak. Kemudian cuaca ekstrem, siang terasa panas dan malam terasa dingin membuat ayam stress. 

Baca Lainnya : Sandiaga: Telur Murah di Gerai Oke Oce, Jangan Sampai Dijual Lagi

Pada tahun 2003 sampai tahun 2015 sekiranya ada 13 peternakan ayam petelur di Kota Serang, karena kian pesatnya bisnis properti atau perumahan, peternakan berkurang dan harus tutup karena dianggap mengganggu pemukiman. 

"Kemudian bisnis properti sangat mempengaruhi, karena kalau deket kandang terdesak kaya di Karundang sudah tutup," katanya. 

Baca Lainnya : Ikut-Ikutan Kementan, DKI Jakarta Juga Buka Gerai Telur Murah

Ada sebanyak 500 ribu ekor populasi ayam petelur dari sembilan peternakan di Kota Serang. Biasanya dalam sehari peternak bisa menghasilkan 450 ribu butir telur. Kini penghasilan produksi berkurang 10 persen atau hanya menghasilkan 450 ribu butir telur dalam sehari. 

"Harga telur fluktuasi harian, infonya sekarang turun 26 ribu di warung tadinya 30 ribu mudah-mudahan sampai diharga 23 atau 24 ribu, karena ternyata dari kandang hanya 22 ribu sampai 22  ribu lima ratus," katanya. [NN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

Bina Swadaya Kritisi UU Kontroversial Cipta Kerja

Peristiwa   24 Nov 2020 - 18:26 WIB
Bagikan:          
Bagikan: