Melewati 1,5 Tahun Masa Rehabilitasi, Otan Jadi Orangutan Terakhir yang Ditranslokasi

TrubusNews
Binsar Marulitua
19 Juli 2018   06:00 WIB

Komentar
Melewati 1,5 Tahun Masa Rehabilitasi, Otan Jadi Orangutan Terakhir yang Ditranslokasi

Orangutan (Foto : Trubus.id/Binsar Marulitua)

Trubus.id -- Otan, seekor anak Orangutan Sumatera (Pongo abelii) berumur dua tahun akan kembali berkumpul dan membangun keluarga di hutan Sumatera Utara bersama kerabatnya. Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jakarta akan melakukan translokasi  ke Yayasan Ekosistem Lestasi Sumatran Orangutan Conservation Programme (YEL-SOCP) setelah melewati  masa rehabilitasi 1,5 tahun. 

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam DKI Jakarta, Ahmad Munawir mengatakan, Otan menjadi orangutan terakhir di Pusat Perlindungan Satwa (PPS) Tegal Alur Jakarta yang ditranslokasi. Sebelumnya, ada orangutan bernama Jono juga telah dibawa ke Kalimantan.

"Otan akan diberangkatkan ke pusat rehabilitasi di Sumatera Utara, Kamis (19/7) malam," jelas Munawir. 

Baca Lainnya : Orangutan Peliharaan Oknum TNI Disita BKSDA Aceh

Munawir menjelaskan, Otan disita Polda Metro Jaya dari pemelihara ilegal pada April 2017. Diserahkan pertama kali ke Pusat Perlindungan Satwa Tegal Alur agar dapat dilakukan pelepasliaran, rehabilitasi, atau penitipan sesuai dengan aturan yang berlaku di bidang kehutanan dan satwa liar. 

"Semoga kejadian perdagangan ilegal dan pemeliharaan satwa yang tidak seharusnya cukup sudah, karena orangutan ini harusnya hidup di hutan di alam  bukan di kandang, " tambahnya. 

Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati, Ditjen KSDAE, (KLHK), Indra Exsploitasia mengatakan, translokasi dilakukan agar Otan siap kembali dilepasliarkan ke habitatnya. Hal itu dilakukan sesuai dengan komitmen perlindungan satwa liar dan dilindungi.

"Pertimbangan kami orangutan sehat secara fisik dan labolatoris. Sehat fisik tidak ada luka, buta yang menjadi persyarataan. Sehat secara labolatoris adalah sehat dari penyakik zoonis," jelasnya.

Baca Lainnya : Dua Orangutan di Aceh Besar Lulus dari Pusat Rehabilitasi

Indra menambahkan persyaratan translokasi yang kedua adalah orangutan sudah bersifat liar. Seperti mampu mencari makanan sendiri di dalam kawasan hutan membuat sarang dan harus bisa memanjat. 

"Hingga Kini diperkirakan ada 14.630 populasi Orangutan," tambahnya

Selain Otan, PPS Tegal Alur saat ini masih menampung 258 individu satwa liar untuk dirawat dan dipelihara. Satwa-satwa tersebut pada umumnya merupakan hasil sitaan ataupun hasil penyerahan secara sukarela dari masyarakat.

Balai KSDA Jakarta selama ini memang mengfungsikan PPS Tegal Alur sebagai tempat untuk melakukan aktivitas perawatan satwa-satwa hasil sitaan, temuan maupun hasil penyerahan. Perawatan yang dilakukan di PPS bersifat sementara sebelum adanya penetapan untuk penyaluran satwa lebih lanjut. [NN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: